Yang Rentan Terhadap Penyakit Tuberkulosis

Penyakit yang satu ini kerap menyearng hewan ternak. Sapi merupakan inang sejati tuberkulosis sapi. Selain sapi, ternak kambing dan babi, juga rentan terhadap serangan tuberkulosis.

Sedangkan sejumlah hewan lain seperti kerbau, onta, jenis rusa, kuda, bison dan berbagai satwa liar baik yang hidup di alam bebas (seperti harimau, singa, leopard) maupun yang hidup terkurung dalam kebun binatang (seperti bangsa kera), juga anjing dan kucing, semuanya dapat terserang tuberkulusis.

Bangsa unggas (burung) dapat tertular dan menjadi sumber infeksi bagi ternak sapi yang ada di dekatnya. Di Selandia Baru, possums (Trichusurus vulpecula) dan di lnggris badgers (Meles meles) merupakan satwa-satwa liar setempat yang diketahui berpotensi besar dalam penyebaran tuberkulosis baik bagi kawanan sapi di Inggris maupun bagi kawanan sapi dan domba lokal di Selandia Baru.

Agen penyebab tuberkulosis sapi, yakni M.bovis, memiliki ketahanan yang sedang saja baik terhadap panas, kekeringan maupun terhadap berbagai bahan penghulas hama, seperti ortofenil 1%, kresol 2-3%, senyawa fenol 2-3% atau etialkohol 50-95%.

Sementara itu, pada lingkungan yang kering M.bovis akan mati oleh cahaya matahari langsung. Sedangkan bila lingkungan sekitarnya cukup panas dan lembab serta terlindung, maka M.bovis mampu bertahan hidup untuk beberapa minggu lamanya. Telah diketahui pula, bahwa M.bovis yang terdapat dalam susu tercemar akan terbunuh pada suhu pasteurisasi.

Sapi dari bangsa Zebu, seperti Brahman, diketahui lebih tahan terhadap infeksi dalam arti bahwa bila terserang tuberkulosis, maka sapi yang termasuk bangsa Zebu akan menampakkan gejala Klinis yang lebih ringan ketimbang sapi dari bangsa-bangsa Eropa, seperti Friesian Holstein (FH). (Aks/berbagai sumber)


Post Terkait

Comments