Perhatikan, Saat Mulut Kucing Sering Menganga, Jangan-jangan...

Kucing lucu jarang membuka mulutnya kecuali saat sedang makan, minum, atau mengeong. Meskipun demikian, beberapa kucing bisa membiarksn mulutnya terbuka selama beberapa menit pada suatu waktu.

Seekor kucing yang mulutnya sering terbuka mungkin sedang memproses aroma baru menggunakan organ Jacobsonnya. Kucing yang punya masalah gigi kemungkinan juga akan enggan untuk menutup mulutnya karena merasa tidak nyaman. Periksa apakah kucing yang menganga tidak bersiap untuk menggigit makanan/mangsa atau mencoba untuk mengeong.

Seekor kucing yang membiarkan mulutnya terbuka sebenarnya adalah hal alami, tapi ini seharusnya bukan ekspresi normalnya. Jika kucing Anda tidak pernah menutup mulutnya, kemungkinan ada masalah kesehatan yang dialami kucing Anda.

Kemungkinan kucing Anda menunjukkan respons flehmen terhadap aroma baru dan unik. Jika tidak, ada yang tak beres dengan kesehatan kucing Anda. Berikut penjelasannya.

Aroma Unik

Penjelasan yang paling umum kenapa kucing selalu membuka mulutnya adalah aroma. Kucing memiliki kelenjar aroma tambahan di atap mulut. Ini disebut organ vomeronasal atau lebih umum disebut organ Jacobson.

Kucing sudah memiliki indera penciuman yang sangat baik. Hidung kucing empat kali lebih kuat daripada hidung manusia. Tapi ini hanya berfungsi baik pada aroma yang sudah dikenali kucing. Ketika kucing mengendus aroma baru yang biasanya terbawa oleh angin, dia memanfaatkan organ Jacobson.

Ketika kucing mengendus aroma, itu menunjukkan perilaku yang dikenal sebagai respons flehmen. Kucing seperti terlihat menyeringai tidak senang. Pada kenyataannya, dia sebenarnya sedang mempelajari aroma baru ini. Respons flehmen melibatkan hal-hal berikut:

  • Aroma yang tidak dikenal sedang terdeteksi
  • Kucing membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya
  • Lidah dijentikkan kembali ke mulut kucing
  • Feromon aroma ini mencapai organ Jacobson
  • Kucing melengkungkan bibir atasnya sambil mempelajari aroma

Kucing kemudian menghafal aroma ini untuk referensi di masa mendatang. Aroma apa pun yang tidak dikenal dapat memicu respons para kucing jantan. Seperti yang dijelaskan oleh Applied Animal Behavior Science, ini sering digunakan untuk mendeteksi aroma urin. Kucing outdoor dapat menentukan siapa teman atau musuh dengan mengendus tanda yang ditinggalkan.

Respons flehmen sepenuhnya alami. Semua kucing akan menunjukkannya sesekali, kadang-kadang bahkan beberapa kali per hari. Jika kucing menutup mulutnya langsung setelah itu, maka tidak ada yang salah.

Sakit Gigi

Ketika kucing menutup mulutnya, gigi atas dan bawahnya harus sejajar. Jika tidak, maka ini dikenal sebagai maloklusi. Anda mungkin pernah mendengar tentang maloklusi yang disebut sebagai overbite atau underbite.

Maloklusi akan membuat kucing Anda merasa sakit untuk menutup mulutnya. Pada bentuk gigi overbite rahang atas lebih menonjol ke luar daripada rahang bawah. Sebaliknya, bentuk gigi underbite memiliki rahang bawah yang lebih panjang. Oleh karena itu, gigi akan menembus jaringan lunak di mulut kucing ketika ditutup. Ini jelas akan menyakitkan. Kucing akan enggan untuk menutup mulutnya.

Menurut penelitian ilmiah, maloklusi seringkali sifatnya turun temurun. Kucing yang lebih tua dapat mengalami maloklusi melalui trauma pada rahang. Masalah ini membutuhkan operasi gigi untuk memperbaikinya. Kucing tidak bisa memakai kawat gigi.

Jika rahang kucing Anda sejajar, kucing mungkin masih mengalami sakit gigi. Penyakit gusi berdampak pada sebagian besar kucing di berbagai titik di masa hidup mereka. Jika kucing terlalu sering menganga, cobalah menyentuh giginya. Jika kucing menjauh atau bereaksi dengan agresif, kemungkinan ada penyakit gusi. Gejala penyakit gusi pada kucing antara lain:

  • Gusi hitam
  • Warna kuning pada gigi
  • Kucing memukul-mukul wajah dan mulut
  • Bengkak di sekitar mulut
  • Menolak makanan dan minuman
  • Nafas tak sedap

Jangan biarkan penyakit gusi tidak terobati. Ini tidak sekadar menyakitkan bagi kucing, tapi juga berbahaya. Bakteri dalam gusi dapat menyebar melalui tubuh kucing. Ini membuat kucing berisiko serius terkena berbagai penyakit.

Masalah Pernapasan

Kucing adalah nasal breather sejati, yang berarti bahwa kucing selalu bernafas melalui hidungnya. Jika kucing bernapas melalui mulut, terutama berat, maka perhatikan. Dua jenis pernapasan mulut yang paling umum pada kucing adalah dispnea dan terengah-engah.

Dispnea

Dispnea pada dasarnya adalah perilaku kucing bernafas berat, terutama melalui mulut. Dispnea bukan suatu kondisi khusus, sebaliknya ini adalah gejala dari masalah kesehatan lain. Ini berarti kucing yang mengalami dispnea harus diawasi dengan cermat.

Sebagian besar kucing tua akan bernapas berat sesekali. Semakin tua kucing, semakin sedikit kegiatan fisik yang bisa dilakukannya. Kucing mungkin perlu istirahat selama beberapa saat sambil menarik napas dalam. Pernapasan hidung secara teratur kemudian akan dilakukannya.

Terengah-engah

Terengah-engah atau panting adalah bentuk dispnea yang lebih serius. The European Journal of Physiology mendefinisikan terengah-engah sebagai mengambil lebih dari 100 tarikan napas per menit. Terengah-engah kucing lebih halus daripada anjing. Sama seperti anjing, kucing yang terengah-engah juga akan membuka mulutnya.

Terengah-engah terkadang disebabkan oleh rasa sakit fisik atau efek samping dari pengobatan. Paling sering, kucing terengah-engah karena suhu tubuhnya terlalu tinggi.

Terengah-engah dimulai di otak. Hipotalamus anterior preoptik kucing terus-menerus memonitor suhu tubuh. Jika ini naik di atas 40 derajat Celsius, kucing itu dalam bahaya kepanasan. Otak mengenali ini dan mengirimkan pesan ke tubuh. Kucing akan terengah-engah hingga dingin.

Kucing tidak akan terengah-engah kecuali sangat diperlukan. Ini berarti Anda harus segera mengambil tindakan. Pindahkan kucing Anda ke lokasi yang dingin dan berikan air. Jika kucing Anda tidak mau minum air, berikan es batu untuk dikunyah. Bekukan saus atau kaldu daging untuk membuatnya lebih enak.

Kucing dengan suhu tubuh yang melebihi 40 derajat Celsius akan didiagnosis menderita hipertermia. Kucing Anda membutuhkan cairan intravena dan kemungkinan perawatan lainnya.

Mencoba Bersuara

Apakah kucing terlihat ingin bersuara, tetapi suaranya tidak keluar? Ini bisa jadi peringatan bahwa kucing Anda sedang mencoba untuk mengeong dan gagal. Kucing dapat kehilangan suaranya karena beberapa alasan. Seringkali, kucing hanya sakit tenggorokan. Ini menunjukkan bahwa kucing memiliki infeksi saluran pernapasan atas. Periksa apakah kucing Anda demam. Suhu tubuhnya tidak boleh lebih dari 40 derajat Celsius.

Infeksi pernafasan akan berjalan dalam beberapa hari. Namun disarankan untuk memeriksakan kucing tua ke seorang profesional. Kucing tua memiliki kekebalan yang lebih lemah dan mungkin terkena dampak dari masalah sekunder. Kucing yang tidak demam jarang mengalami infeksi pernapasan. Ini menandakan ada alasan lain untuk suara kucing yang hilang. Seperti biasa, ini bervariasi dari yang sepele hingga yang memprihatinkan.

Bersiap untuk Menggigit

Beberapa kucing menjaga mulutnya tetap terbuka agar bisa menggigit. Kucing menimbang-nimbang pilihan dan memutuskan kapan sebaiknya menyerang. Anda akan paling sering melihat ini saat mengelus atau menggrooming kucing. Kucing bersiap untuk menggigit tangan Anda untuk menghentikan kontak.

Saat kucing dibelai, pengalaman ini bisa dengan cepat berubah dari kesenangan menjadi kesakitan. Membelai berlebihan dapat merangsang kulit sensitif kucing secara berlebihan. Ini akan terasa seperti ampelas yang digosokkan ke punggung kucing. Jadi tak heran kucing akan bereaksi.

Perhatikan kucing yang membiarkan mulutnya terbuka selama waktu ini. Kucing yang bahagia akan menjaga mulutnya tetap tertutup dan mendengkur. Ketika kucing merasa semakin tidak nyaman, dia akan menunjukkan tanda-tanda peringatan. Ini meliputi: gelisah, meratakan telinga, menggerakkan kepala untuk mengawasi gerakan tangan, menegangkan tubuh, menggerakkan ekor cepat, melebarkan pupil, dan mengeluarkan isyarat verbal (menggeram atau mendesis)

Jika kucing Anda tidak lagi menikmati belaian, biarkan saja. Jangan membuang kucing dari pangkuan Anda. Angkat saja tangan Anda dari jangkauannya dan biarkan kucing berjalan pergi. Kebanyakan kucing hanya akan menggigit sebagai pilihan terakhir. Setelah mulut mulai terbuka, Anda sudah mendapat peringatan terakhir.

Dalam kebanyakan kasus, kucing membuka mulut untuk mendapatkan akses ke organ Jacobson. Jika kucing Anda tidak menunjukkan tanda-tanda sakit atau stres, ini hampir pasti jawabannya. Waspadai tanda-tanda peringatan lainnya. Aroma baru memang menggairahkan bagi kucing, tetapi yang lainnya bisa menyebabkan masalah.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber:www.gerava.com)


Post Terkait

Comments