Pemicu Kucing Suka Menggigit Leher Kucing Lain

Jika Anda memiliki beberapa kucing dewasa atau anak kucing sebagai hewan peliharaan di rumah, kerap kali menjumpai kucing menggigit leher kucing lainnya. Ini khususnya terjadi saat mereka sedang bermain atau pura-pura berkelahi.

Menggigit leher kucing lainnya adalah hal wajar, terutama untuk anak kucing dan kucing jantan yang memiliki naluri teritorial. Ahli perilaku hewan menyatakan agresi bermain sebagai salah satu masalah perilaku kucing yang paling umum.

Nah, kenapa kucing menggigit leher kucing lain? Apakah ini adalah hal yang berbahaya? Dilansir dari The Nest, Selasa (30/3/2021), berikut ini penjelasannya.

Naluri

Anak kucing belajar menggigit dan mencakar saat bermain tanpa menyakiti satu sama lain. Faktanya, agresi bermain ini cukup umum terjadi pada semua mamalia muda, baik jantan dan betina.

Anak kucing yang tidak dibesarkan dengan teman serasah atau teman bermainnya tidak selalu mengembangkan kepekaan balas dendam. Saat dewasa, kucing ini mungkin menggigit atau mencakar manusia atau kucing lain terlalu keras.

Kucing yang bosan atau stres seringkali berperilaku kasar teman bermainnya juga. Ketika Anda mentolerir perilaku ini, Anda akan memperkuatnya

Patroli dan pengganti berburu

Kucing Anda memiliki keinginan naluriah yang alami untuk berburu mangsa. Kucing jantan, terutama yang belum dikebiri, sering berpatroli di wilayahnya dan memicu konfrontasi dengan penyusup.

Agresi teritorial jarang terwujud sebagai permainan pertama. Namun, seekor kucing jantan yang membuat permainan kejutan, menerkam, menyerang kucing lain yang tidak berpura-pura, sedang terkejut.

Sebagai pemilik hewan peliharaan, tugas Anda adalah memastikan kucing mengarahkan insting liarnya pada target yang tepat, bukan manusia atau kucing lain. Kebiri atau steril adalah langkah yang bertanggung jawab ke arah itu.

Langkah pencegahan

Perhatikan kapan dan di mana kucing Anda memulai permainan kasar. The Cornell Feline Health Center merekomendasikan untuk memulai permainan yang sesuai sebelum waktu serangan reguler, menggunakan pencegah kebisingan saat kekerasan dimulai, dan menggunakan mainan yang menjaga tangan Anda pada jarak yang aman dari kucing agresif.

Miliki mainan dan camilan baru untuk segera mengakhiri permainan kasar dengan gangguan. Perubahan perilaku mungkin bertahap, konsistensi pelatihan adalah kuncinya.

Jangan pernah mendisiplinkan kucing Anda secara fisik saat dia bermain kasar. Ini memicu transisi dari agresi palsu ke hal yang nyata. Penyebab paling umum dari agresi antara kucing rumahan adalah persaingan untuk mendapatkan sumber daya, menurut Indoor Pet Initiative di Ohio State University, AS.

Salah satu cara untuk mengatasi perilaku kasar adalah memastikan kucing Anda memiliki akses non-eksklusif yang setara ke ruang, makanan, air, kotak kotoran, tempat bertengger, dan area cerah. Perhatian Anda juga penting, namun jangan tunjukkan favoritisme.

Mainkan perkelahian dan perkelahian yang sebenarnya membangun hierarki sosial kucing. Namun, kucing yang tidak tersosialisasi dengan baik mungkin memiliki kurva belajar yang lebih curam untuk membedakan garis antara permainan kasar dan perkelahian yang sebenarnya.

Anda bisa menjadi wasit, tapi itu mungkin terbukti tidak efektif dalam jangka panjang.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: kompas.com)

 


Post Terkait

Comments