Pahami Manfaat, Penyebab, dan Bahaya Kucing Menjilati Tubuhnya Berlebihan

Kucing sering menjilati tubuh dan cakarnya sendiri setiap waktu. Perawatan diri adalah salah satu ciri khas yang kucing dilakukan sejak lahir.

Induk kucing akan menjilati anak kucing untuk membersihkannya, memancing buang air kecil dan menyusu, memberikan kenyamanan, serta memperkuat ikatan mereka. 

Dilansir dari Hillspet, Minggu, (19/6/2022), pada usia empat minggu, anak kucing mulai merawat dirinya sendiri, kemudian merawat induk serta teman-temannya.

Perawatan diri bersama ini disebut sebagai allogrooming yang akan terus berlanjut hingga dewasa. 

Tubuh kucing fleksibel, strategis, dan dilengkapi dengan baik untuk dapat melakukan perawatan. Mulai dari, permukaan kasar pada lidah kucing, giginya yang tajam, cakarnya yang seperti sisir, hingga cakar depan melengkapi bagian perawatan yang disetel dengan baik.

Bahkan seekor kucing dapat menggunakan cakar depannya untuk merangsang kelenjar minyak kecil pada kepalanya. Minyak adalah "parfum" kucing dan tersebar di seluruh tubuh.

Mengapa kucing menjilati tubuhnya? 

Kucing merawat dirinya sendiri tidak hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga beberapa alasan kesehatan lainnya seperti mengatur suhu tubuh, menjaga bulunya tetap bersih dan halus dengan mendistribusikan minyak kulit alami, serta merangsang sirkulasi. 

Selain itu, mendinginkan dirinya melalui penguapan air liur, menghilangkan parasit, infeksi, dan alergi, mencegah hairball, serta menenangkan diri bila merasa malu, cemas, atau sedang berkonflik. 

Perawatan kompulsif

Sebagian besar kucing menghabiskan antar 30 dan 50 persen hari mereka untuk merawat diri. Namun, jika memperhatikan kucing melakukan perawatan obsesif dan mengalami bulu rontok, atau lesi kulit, sudah waktunya mengunjungi dokter hewan.

Perawatan kompulsif merupakan hasil dari kondisi medis. Ini bisa menunjukkan gangguan neurologis, infestasi kutu, parasit, atau gangguan psikologis.

Stres sering menyebabkan kucing mengalami gangguan kompulsif seperti perawatan berlebihan pada awal kehidupannya. 

Peristiwa seperti pindah, renovasi rumah, hewan peliharaan atau anggota keluarga baru, kecemasan perpisahan, dan kurangnya stimulasi dapat memicu perilaku ini. 

Lantaran perawatan diri dapat menenangkan, kucing pasti ingin melakukannya setiap kali menghadapi konflik. Jika perilaku tersebut tidak ditangani, ini bisa mengakibatkan cedera yang ditimbulkan sendiri.

Misalnya, alopecia psikogenik atau pencabutan bulu adalah kondisi umum yang mencakup penipisan rambut, kebotakan, dan infeksi kulit.

Under grooming

Perawatan diri secara teratur akan membantu kucing peliharaan terlihat danmerasa baik, tetapi saat sakit, kucing mungkin berhenti membersihkan dirinya sendiri.

Ini bisa menjadi tanda kucing mengalami radang sendi, nyeri, atau masalah gigi. Kucing yang dijauhkan dari induknya terlalu dini mungkin juga tidak tahu cara membersihkan diri dengan benar.

Tanda-tanda peringatan perawatan diri yang salah atau under-grooming meliputi bulu yang kasar atau berminyak, bulu kusur pada tubuh atau ekornya, noda pada cakar dari urine, bau busuk, juga partikel makanan pada wajah atau dadanya setelah makan. 

Untuk mendorong kucing peliharaan memulai perawatan, langkah pertama adalah menyikat bulunya setiap hari. Menyikat bulu kucing merangsang kulit dan sirkulasi darah serta menyingkirkan kutu.

Saat kucing tengah merawat diri, cobalah untuk tidak mengganggunya karena hal ini penting untuk kucing, jadi biarkan sahabat bulu memanfaatkannya sebaik mungkin.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments