Mengenali Lebih Dalam Penyakit Canine Parvovirus

Pernah mendengar istilah Canine Parvovirus? Untuk sebagian pecinta hewan peliharaan mungkin masih terasa asing. Untuk mempermudah memahami, DokterHewan.co.id merangkum informasinya dari berbagai sumber.

Penyakit parvovirus anjing (PPA) merupakan penyakit menular bersifat akut dan mematikan pada anjing berumur muda. Biasanya, ditandai dengan dehidrasi, muntah dan berak bercampur darah, gastroenteritis, dan miokarditis.

Penyakit ini disebabkan oleh canine parvovirus (CPV), genus Parvovirus dari famili Parvoviridae. Materi genetik virus tersusun atas DNA beruntai tunggal single stranded dioxyribonucleic Acid (ss-DNA) dengan berat molekul 1,35 x 106 sampai 1,70 x 106 dalton. Bentuk virus adalah ikosahedral simetri, memiliki 32 kapsomer dan berukuran 18 sampai 26 nm.

Sifat Alami Agen Virus tahan selama 3 hari pada suhu 100°C. Virus juga tahan terhadap asam, desinfektan (deterjen dan alkohol) dan pelarut lemak ( eter, kloroform) atau proses cair beku (freezing dan thawing). Virus peka terhadap clorox dengan pengenceran 1:30. Virus stabil pada pH 3-9 dan suhu 56°C.

Virus menjadi inaktif dalam formalin, beta propiolakton (BPL) dan binary ethylenimine (BEI). Virus dalam tinja ini tahan selama 1 - 2 minggu setelah infeksi. Virus yang terdapat dalam tinja tetap hidup pada suhu kamar dan bersifat menular selama 6 bulan.

Canine parvovirus dapat mengaglutinasi sel darah merah babi pada pH di bawah 6,8 dan berbagai jenis kera seperti African green monkey, modgus monkey dan crab eating macaque. Tidak mengaglutinasi sel darah merah sapi, kambing, domba, anjing, ayam, kalkun, marmot, tikus dan hamster serta darah orang golongan O.

Spesies rentan Semua jenis atau ras anjing (ras dan lokal) peka terhadap penyakit ini. Dalam praktek, kasus paling banyak terjadi pada anjing ras. Anjing-anjing liar dilaporkan juga terserang seperti wolves (Speothos venaticus), racoon (Nyctereutes procyonoides, procyon lotor), dan coyotes (Canis latrans). Anjing penderita PPA kebanyakan fatal, terutama kelompok umur muda, umur kurang dari 6 bulan.

Sifat penyakit ini dapat bersifat sporadik atau endemik. Tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Anjing yang berumur muda antara 12 minggu terserang PPA memiliki tingkat morbiditas 50 - 100% dan mortalitas sampai 50%, sedangkan anjing dewasa tidak lebih dari 1%.

Cara penularan PPA ditularkan melalui kontak langsung antara anjing tertular dengan yang sehat melalui makanan dan minuman tercemar virus. Penularan melalui feses dan bahan muntahan merupakan cara yang paling menonjol.

 Virus dalam feses diperkirakan titernya 109 TCID 50/gram, puncak titer dicapai setelah 4 sampai 7 minggu. Penularan virus secara pasif dapat terjadi melalui orang-orang yang pernah berhubungan langsung dengan anjing sakit, seperti perawat anjing atau dokter hewan.

Produk biologis, peralatan kandang, tempat praktek dokter hewan, pet shop dan lingkungan lain yang tercemar virus juga merupakan sumber penular PPA.

Pada pertengahan tahun 1978 telah terjadi wabah penyakit parvovirus pada anjing yang kejadiannya secara simultan di Amerika Serikat. Berdasarkan studi sero-epidemiologis dan dengan pemeriksaan mikroskop elektron menunjukkan canine parvovirus.

Penyakit juga ditemukan endemik, seperti dilaporkan di Amerika Selatan, Australia, Inggris, Eropa, Mexico, Canada, Finlandia, Afrika Selatan dan Barat, Irlandia, Italia. Nederland, New Zealand, Norwegia, Switzerland, Belgia dan di India. Kejadian di Indonesia hampir ditemukan di seluruh daerah. (Aks/berbagai sumber)

 


Post Terkait

Comments