Mengenal Tanda Bayi Kucing Terserang Penyakit

Sebenarnya, tanda-tanda bayi kucing yang menderita suatu penyakit cukup jelas. Tanda-tanda tersebut antara lain bayi kucing tidur menjauhi induk dan saudara saudaranya, bayi kucing menangis berlebihan, bayi kucing tidak mau menyusu, bayi kucing lemah, kurus, muntah, mencret, dan lainnya. Jika cat lovers melihat tanda-tanda tersebut, sebaiknya langsung waspada dan lebih baik segera bawa ke dokter hewan untuk mengetahui lebih lanjut permasalahan pada kitten.

Sebagaimana disebutkan pada paragraf sebelumnya, salah satu tanda kitten menderita penyakit adalah berat badannya yang di bawah rata-rata alias kurus. Dengan demikian, sangat dianjurkan bagi cat lovers untuk menimbang bayi kucing setiap hari. Tujuannya agar bisa melihat perkembangan berat badan pada kitten. Mereka harus bertambah rata-rata 7 – 10 gram setiap harinya.

Walaupun kadang ada yang lebih dari itu dan ada yang kurang, yang penting kita harus mengawasi penambahan berat badan mereka.

Penanganan

Lalu, bagaimana jika kita mendapati kondisi atau gejala penyakit pada bayi kucing kesayangan? Tindakan yang harus dilakukan adalah pengobatan. Lakukan pengobatan as soon as possible begitu kita mendapati si kecil menunjukkan salah satu atau lebih gejala penyakit yang disebutkan sebelumnya.

Pengobatan di sini tak bisa sembarangan. Perlu ada penanganan seorang dokter hewan untuk mencegah kematian pada bayi kucing yang mungil itu. Kendati demikian, kita perlu mencatat dengan rinci perihal kesehatan si ibu kucing. Pasalnya, catatan informasi itulah yang sangat diperlukan dokter hewan sebagai pertimbangan tindakan merawat bayi kucing. Bahkan, sering kali, golongan darah induk kucing juga perlu diketahui. Oleh karena itu, pastikan informasi lengkap tentang si induk sudah disiapkan sebelum mengantarkan si kitty ke dokter hewan.

Sebagai perawatan, berilah makanan cair (tube feeding) pada bayi kucing yang sekarat tersebut. Selain itu, cairan tubuh juga harus dijaga agar kitty yang comel itu terhindar dari dehidrasi. Jika penyakitnya disebabkan infeksi bakteri, perawatan dengan obat dan antibiotik sangat manjur. Sementara jika disebabkan parasit, jenis obatnya akan lain lagi. Percayakan saja pada dokter hewan perihal obatobatan ini.

Segala upaya tersebut sangat umum dilakukan untuk menyelamatkan bayi kucing. Namun, pengobatan dan perawatan pastilah tak selamanya berjaya. Terkadang, anak kucing tetap saja mati meski kita telah mati-matian menjaga, merawat, dan mengobatinya. Jika terjadi demikian, cat lovers tak perlu bersedih. Segala upaya tersebut dapat menjadi referensi saat mengawinkan si induk hewan bermata kelereng tersebut.

Terdapat sebuah upaya pencegahan terulangnya kematian bayi kucing peliharaan kita. Upaya tersebut bernama necropsy. Tindakan pemeriksaan necropsy ditujukan untuk mengetahui penyebab kematian si bayi kucing dan memberikan saran efektif dalam perencanaan pengawinan si induk kucing. Dengannya, keturunan hewan menggemaskan itu akan terjaga. Bersiaplah dengan berlipatnya jumlah hewan peliharaan berbulu nan lucu tersebut.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.catlovers.id)


Post Terkait

Comments