Mengatasi Kucing yang Mengalami Distemper

Seperti yang catlovers ketahui bahwa si anabul yang menggemaskan ini memiliki sifat yang aktif dan agresif. Hal inilah yang menjadikan hewan lucu satu ini menjadi primadona. Ditambah lagi wajahnya yang imut dan sifatnya yang manja membuat banyak orang jatuh hati padanya.

Bisa dipastikan catlovers akan merasa bahagia jika melihat si meong bergerak aktif ke sana kemari. Namun, apa yang terjadi jika si manis tiba-tiba menjadi tak semangat dan bergairah. Hal ini dapat mengindikasikan banyak hal, termasuk gangguan kesehatan yang mungkin saja sedang menyerang.

Gangguan kesehatan pada kucing sebenarnya merupakan hal yang pasti akan terjadi. Oleh karena itu, catlovers jangan pernah mengabaikan tanda-tanda jika kucing tiba-tiba jadi tak bersemangat. Sebab, bisa saja pada saat itu kucing kesayangan catlovers sedang sakit. Salah satu penyakit yang menakutkan adalah distemper. Penyakit ini bisa saja merenggut nyawa si manis.

Lantas apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi jika kucing peliharaan kita terjangkit distemper?

Penyakit distemper pada kucing juga familiar disebut sebagai Feline Planleukopenia Virus (FPV) atau Feline Distemper. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh virus bernama Feline Parvo yang dapat menyerang kucing lokal ataupun ras sekaligus memiliki penyebaran sangat cepat.

Virus mematikan ini dapat menular dari satu kucing ke kucing lainnya melalui banyak perantara seperti udara, gigitan kutu, kotoran, air liur, bekas makan, dan sebagainya. Virus ini sebenarnya sudah tertanam dalam tubuh setiap kucing, hanya saja dalam kondisi “tertidur” dan terkontrol oleh sistem imun si manis.

Ketahanan tubuh si manis yang melemah atau perubahan cuaca dapat serta merta “menghidupkan” virus ini dalam usus. Jika ini terjadi, virus akan segera membelah diri untuk menyerang organ tubuh sang kucing, mulai dari usus hingga otak.

Seekor kucing dewasa yang telah mengalami vaksinasi memiliki kemungkinan selamat dari virus ini lebih besar. Sementara itu, anak kucing yang belum divaksinasi memiliki potensi kematian hingga 90% apabila terkena penyakit ini.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kucing yang terjangkit penyakit ini?

Penyakit distemper seringkali disebut sebagai pembunuh kucing No. 1 di dunia. Sebenarnya belum ada cara mengatasi penyakit distemper pada kucing dengan pasti, selain hanya berharap agar si manis mampu melawan dan bertahan dengan penyakitnya.

Meski demikian terdapat beberapa penanganan yang bisa dilakukan, yaitu dengan pemberian antibiotik agar sang kucing mengalami peningkatan sistem imun. Pemberian vitamin A dan B juga bisa diberikan untuk mengurangi gejala penyakit. Dokter juga mungkin akan memberikan obat antidiare dan muntah agar gejala penyakit ini berkurang.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.catlovers.id)


Post Terkait

Comments