Melatih Kucing Berhenti Tandai Wilayah dengan Urin

Kucing memiliki perilaku suka menandai wilayahnya dengan memberikan air urinnya. Perilaku ini tampaknya memang normal dilakukan oleh kucing, namun, bila terjadi terus-menerus hingga kucing enggan buang air kecil di kotak pasirnya, hal ini patut diwaspadai.

Jika perilaku ini terjadi lebih dari satu atau dua kali, sebaiknya kamu membawa kucing ke dokter hewan untuk memeriksakan adakah masalah kesehatan yang sedang di derita oleh si manis kesayangan.

Untuk itu, sebagai pemilik kita harus tahu, mana perilaku kucing yang wajar, mana yang tidak, termasuk perilakunya saat buang air kecil. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kucing membuang air kecil di luar kotak kotoran mereka.

1. Menandai wilayah

Dilansir dari The Spruce Pets, Senin (22/3/2021), kucing menggunakan urin untuk menandai wilayah yang penting bagi mereka. Kucing mencapai kematangan sosial antara usia 2 hingga 4 tahun. Saat buang air biasa kucing akan melakukannya dengan berjongkok dan mengendapkan urin atau feses pada permukaan horizontal, sementara urin untuk menandai wilayah cenderung menargetkan permukaan vertikal.

Namun, kucing dapat mengeluarkan urin pada permukaan horizontal atau vertikal. Kucing jantan adalah jenis yang paling sering melakukan penyemprotan urin.

Kucing akan menghindari kotak kotoranya jika berada di tempat yang salah. Seperti, terlalu dekat dengan makanan atau tempat tidur, jika tidak bersih, atau terkadang saat kucing harus berbagi dengan kucing lain.

Selain itu, bentuk kotak kotoran dan ukuran juga akan diperhatikan oleh kucing. Untuk itu, disarankan jangan memberikan kotak kotoran yang terlalu kecil pada kucing yang berekor besar.

2. Mengurangi stres

Menyebarkan bau urin sebenarnya membantu menurunkan tingkat stres kucing. Kucing menyukai rutinitas dan apa pun yang mengganggu aktivitas normalnya sehari-hari.

Selain membuang urin pada barang-barang, kucing juga suka bermain-main dengan tirai, berpatroli di sekitar jendela, dan melakukan banyak kegiatan yang tidak bisa diprediksi.

Pada musim ketika kucing liar mengalami berahi, aroma dan suaranya dapat membuat kucing dalam ruangan menjadi lebih stres dan meningkatkan perilaku mereka yang suka memberikan tanda untuk teritorialnya.

Selain itu, stres dapat memperburuk masalah medis atau perilaku kucing. Jadi, apakah masalah kucingmu berkaitan dengan masalah kesehatan atau penandaan teritorial yang ketat, program pengurangan stres akan membantu.

3. Gunakan feromon sintetis

Jika kamu memiliki lebih dari satu kucing, kucing mungkin telah mencapai usia kematangan sosial dan mungkin sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi dalam rumah.

Feromon sintetis dapat membantu karena memberi sinyal kepada kucing bahwa lingkungannya aman. Rescue Remedy juga bekerja pada beberapa persentase kucing untuk mengurangi stres.

4. Hilangkan bau dan buat asosiasi baru

Perhatikan di mana bekas urine kucingmu. Cahaya akan membuat urine bersinar, sehingga kamu dapat melihat dengan jelas area yang kotor. Bersihkan secara menyeluruh dengan produk penetral bau, yang menghilangkan bau yang menarik kucing kembali ke tempat di mana ia membubuhkan urinnya. Amonia dan pemutih juga bekerja dengan baik.

Tujuannya adalah untuk menghilangkan bau sehingga kucing tidak merasa boleh melakukan “itu” di tempat yang sama. Selanjutnya, ubah asosiasi tempat dengan menempatkan mainan, tempat tidur kucing, atau mangkuk makanan tepat di atas tempat tersebut. Kucing tidak akan mau menyemprot di tempat mereka biasa bermain, tidur, atau makan.

Menyemprotkan feromon sintetis di tempat yang tidak tepat juga dapat mencegah pengulangan.

5. Tambahkan kotak kotoran lain

Dengan banyak kucing, kamu mungkin perlu memanjakan mereka dua kali lipat. Sediakan setidaknya satu kotak kotoran untuk setiap kucing, dan beri tempat di bagian rumah yang berbeda.

Pilihlah kotak kotoran kucing yang besar, atau minimal sesuai dengan ukuran tubuh kucing. Karena beberapa kucing menyukai ruang tambahan untuk bermanuver.

Demikian pula, sediakan tempat beristirahat setiap kucing di berbagai tempat di seluruh rumah. Ruang ekstra vertikal memungkinkan kucing memanjat dan melompat namun tidak saling bertemu, sehingga mereka tidak perlu berbagi.

6. Masalah dan perilaku pembuktian

Sejumlah masalah kesehatan dapat menyebabkan kucing membuang air kecil di luar kotak kotorannya, jadi pergilah ke dokter hewan jika kamu tidak dapat menghentikan perilaku ini.

Penyakit ginjal dan diabetes dapat meningkatkan volume urin sehingga kucing tidak dapat mencapai kotak kotorannya tepat waktu.

Penyakit saluran kemih bawah pada kucing (FLUTD) dapat disebabkan oleh batu kandung kemih, kristal, infeksi bakteri, atau kanker yang menyebabkan radang kandung kemih (sistitis).

Sistitis terasa sakit dan membuat kucing merasa perlu buang air lebih sering. Terkadang mereka mengaitkan kotak kotoran dengan ketidaknyamanan dan mencari tempat lain untuk buang air kecil.

Selain itu, 60 persen dari kasus ini bersifat idiopatik, atau tidak diketahui penyebabnya, membuat kondisi medis ini sulit diobati. Tanda-tanda sistitis idiopatik cenderung hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari tetapi dapat kambuh terutama selama situasi stres dialami oleh kucing.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments