Kenali, Ini 10 Tanda Kucing Cacingan

Sama dengan manusia, seekor kucing bisa mengalami cacingan sehingga kondisi kesehatannya menjadi tidak baik. Beberapa jenis cacing dapat menginfeksi kucing, baik kucing rumahan maupun kucing liar, seperti cacing gelang, cacing pita, dan cacing tambang. 

Ketika kucing mengalami cacingan, masih banyak pemilik kucing yang tidak menyadari berbagai pertanda atau ciri-cirinya. Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (2/6/2021), setidaknya ada 10 hal yang menandakan bahwa kucing mengalami cacingan. Berikut ini tanda-tanda yang perlu kamu ketahui. 

Bulu tampak kusam dan kasar

Gejala yang sangat terlihat ketika kucing mengalami cacingan adalah perubahan pada bulu mereka. Dalam kasus cacingan, bulu kucing akan menjadi kasar hingga sangat kasar. Hal ini terjadi karena kucing mengalami dehidrasi dan penyerapan nutrisi yang buruk akibat terinfeksi cacing. 

Ketika sudah cacingan, bulu kucing tidak akan berkilau seperti biasanya walau mereka sudah diberi makanan premium khusus untuk bulu. 

Gusinya berwarna putih pucat

Kucing yang sehat mempunyai gusi berwarna merah muda seperti gusi manusia. Namun, jika gusi kucing berwarna putih atau pucat, bisa jadi mereka mengalami infeksi parasit.  

Ada cacing di kotorannya

Ciri-ciri kucing cacingan bisa kamu lihat dari kotorannya. Jika kotoran berwarna gelap, tandanya kucing kehilangan darah di dinding usus yang merupakan sarang cacing tambang. Saat kucing mengalami diare, bisa jadi itu karena cacing mengganggu pencernaan dan mengambil ruang dalam usus. 

Ketika kucing terkena diare lebih dari 24 jam atau ada darah segar di dalam kotorannya,  kemungkinan besar itu pertanda bahwa kucing cacingan. 

Muntah

Cacing dapat menyebabkan kucing muntah karena mengiritasi lapisan lambung atau menghalangi aliran ke perut. Apabila kucing sering muntah dan terdapat cacing di muntahannya, itu merupakan gejala cacingan atau penyakit lainnya.

Nafsu makan yang menurun

Ciri-ciri kucing cacingan bisa dilihat dari nafsu makannya. Kandungan cacing yang tinggi pada perut kucing dapat menghilangkan nafsu makan. Namun, nafsu makan berkurang atau menghilang juga bisa jadi diakibatkan sakit perut, radang selaput usus, atau ruangan dalam usus yang direbut oleh cacing-cacing di perut kucing. 

Penurunan berat badan serta perut buncit

Selain mengalami penurunan nafsu makan, kucing cacingan juga akan mengalami penurunan berat badan meski telah makan dalam jumlah dan takaran yang biasanya. Kucing bisa terus kehilangan berat badan tanpa alasan apa pun. Jika merasa hal ini tengah dialami kucingmu, segera  bawa ke dokter untuk penanganannya. 

Merasa lesu 

Sering tidur juga merupakan gejala kuat bahwa kucing sedang mengalami cacingan. Kucing atau anak kucing  cacingan akan merasa lesu dan kekurangan energi karena nutrisinya dicuri cacing. 

Menyeret anus ke karpet

Kucing yang mengalami cacingan akan menyeretkan anusnya ke karpet. Hal ini dilakukan karena anus mereka gatal sehingga harus menggaruknya.

Adanya kutu pada tubuhnya

Kucing yang mengalami cacingan kerap memiliki kutu di tubuhnya. Kutu tersebut bisa membawa telur cacing pita yang bisa termakan dan mengakibatkan kucing memelihara cacing di dalam tubuhnya. 

Kondisi mata yang tidak bagus

Cacingan juga bisa mengakibatkan kondisi mata kucing menjadi tidak bening, mengilap, dan bulat sempurna. Saat mengalami cacingan, mata kucing bisa menjadi terlihat sayu, berair, serta muncul selaput.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments