Jika Tubuh Anjing Peliharaan Keluarkan Bau Tak Sedap Bagian 2

Berikut adalah bagian kedua, informasi tentang jika tubuh anjing anda mengeluarkan bau tak sedap.

3. Masalah kelenjar anal

Jika anjing pernah didiagnosis dengan masalah kelenjar di dubur, maka kamu mungkin akan akrab dengan bau busuk yang khas ini.

Kelenjar anal adalah sepasang kantung kecil yang terletak tepat di dalam anus pada posisi jam 4 dan jam 8.

Saat anjing buang air besar, kantung ini secara alami mengeluarkan cairan dengan bau amis yang khas.

Terkadang cairan ini juga bisa keluar jika anak anjing stres atau ketakutan. Jika lubang pada kantung anus tersumbat, cairan tidak dapat dikeluarkan dan kantung mungkin mulai membengkak dan menjadi tidak nyaman atau bahkan terinfeksi.

Tanda-tanda bahwa anjing memiliki masalah kelenjar dubur termasuk bau amis, sering menjilati anus, menggeser atau menggosok area di tanah, dan keluarnya cairan dari anus.

Kelenjar anal bahkan bisa pecah jika tidak ditangani dan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika kamu melihat gejala-gejala ini pada anjing, sebaiknya temui dokter hewan untuk mengatasi masalah bau busuk ini.

Beberapa anjing mungkin perlu mengeluarkan kelenjar analnya secara manual secara teratur untuk mencegah bau busuk dan ketidaknyamanan.

4. Gangguan pencernaan

Banyak gangguan pencernaan dapat menyebabkan sejumlah gejala bau.

Gejala seperti bau mulut, muntah, perut kembung, dan diare semuanya dapat disebabkan oleh masalah pencernaan yang mendasarinya dan akan membuat anjing berbau tidak sedap.

Beberapa kondisi, seperti sakit perut sederhana, dapat sembuh dengan sendirinya atau dapat diperbaiki dengan mengubah pola makan anjing, seperti memilih makanan anjing untuk perut sensitif.

Tetapi masalah pencernaan lainnya, seperti alergi makanan, penyakit radang usus, parasit, atau refluks gastroesofagus termasuk masalah yang lebih serius dan mungkin memerlukan bantuan medis.

Jika gejala pada anjing tidak sembuh dalam waktu 24-48 jam, sebaiknya temui dokter hewan untuk pemeriksaan guna menilai masalahnya.

5. Penyakit gigi

Penyakit gigi sangat umum terjadi pada hewan peliharaan. Beberapa sumber memperkirakan bahwa lebih dari 80% anjing di atas usia tiga tahun bisa menderita penyakit pada gigi.

Salah satu gejala pertama penyakit gigi yang diperhatikan pemilik hewan peliharaan di rumah adalah bau mulut anjing. Sayangnya, bau mulut itu seringkali tidak muncul hingga penyakit giginya menjadi cukup parah.

Tanda-tanda lain dari penyakit gigi yang signifikan dapat termasuk menggaruk-garuk area mulut, air liur berlebih, kesulitan makan makanan keras, gusi meradang, dan preferensi untuk mengunyah hanya di satu sisi mulut.

Namun, banyak hewan peliharaan dengan penyakit gigi tidak pernah menunjukkan gejala apapun, itulah mengapa sangat penting untuk menemui dokter hewan dan memeriksaan kesehatan secara teratur.

Setelah penyakit gigi berkembang, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan membius hewan peliharaan untuk pembersihan gigi profesional.

Jika penyakit giginya parah, hewan peliharaan mungkin juga perlu dicabut beberapa giginya. Perawatan ini biasanya akan mengatasi bau mulut hewan peliharaan dan membuat hewan peliharaan merasa jauh lebih nyaman.

Kamu dapat mencegah penyakit gigi di rumah dengan mempelajari cara menyikat gigi anjing dengan pasta gigi khusus hewan peliharaan setiap hari.

Jika anjing tidak mau disikat, tanyakan kepada dokter hewan tentang produk perawatan gigi lainnya seperti aditif air, kunyah gigi, dan diet khusus untuk gigi.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments