Jika Kucing Anda Tiba-tiba Berjalan Mundur

Pernahkah melihat kucing peliharaan Anda tiba-tiba berjalan mundur? Meski perilaku kucing ini tampak lucu, namun sebenarnya ketika kucing tiba-tiba berjalan mundur, Anda harus mencermatinya.

Dilansir dari Catbeep, Kamis (1/4/2021), kucing memang bisa berjalan mundur. Akan tetapi, ini adalah perilaku aneh yang sebaiknya Anda perhatikan baik-baik, sebab ini mungkin gejala serangan kutu, kejang, disfungsi kognitif, penyakit vestibular, hingga konsumsi benda beracun.

Meskipun demikian, kucing juga bisa berjalan mundur setelah disteril, saat takut, atau hanya untuk bersenang-senang.

Kenapa kucing tiba-tiba berjalan mundur?

Kucing yang berjalan mundur dapat disebabkan oleh disorientasi, yang merupakan gejala penyakit kucing seperti disfungsi kognitif, kejang, peritonitis infeksius, dan penyakit vestibular. Untuk tindakan pengamanan, segera bawa kucing Anda ke dokter hewan jika ia mulai berjalan mundur tanpa alasan.

Kucing Anda mungkin berjalan mundur karena disorientasi atau mengalami ketidakseimbangan. Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter hewan karena disorientasi merupakan gejala penyakit tertentu yang terdapat pada kucing.

Ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan kucing Anda atau bahkan menyelamatkan hidupnya. Beberapa dari penyakit ini berakibat fatal.

Karena sulit untuk memastikan mengapa kucing berjalan mundur, maka disarankan Anda mengunjungi dokter hewan. Bahkan, diagnosis penyakit oleh dokter hewan memerlukan beberapa tes dan prosedur.

Penyakit kucing yang dapat menyebabkan kucing berjalan mundur meliputi sebagai berikut.

1. Disfungsi kognitif

Disfungsi kognitif, juga dikenal sebagai demensia, adalah salah satu penyakit pada kucing yang menyebabkan disorientasi. Disfungsi ini paling sering terjadi pada kucing tua yang berusia sekitar 11 tahun.

Semakin tua usia kucing, semakin besar kemungkinan ia menderita disfungsi kognitif kucing. Secara alami, proses penuaan memengaruhi otak kucing yang menyebabkan pengembaraan, disorientasi, perubahan perilaku, dan kehilangan ingatan.

Kucing yang mengalami disorientasi dapat menunjukkan cacatnya seperti berjalan mundur. Kucing yang menderita disfungsi kognitif mungkin tidak menyadari bahwa ia berjalan mundur dan tidak normal.

2. Penyakit vestibular

Berjalan mundur pada kucing juga bisa menjadi gejala penyakit verstibular kucing. Sistem vestibular memberitahu kucing jika ia sedang duduk, berdiri, jatuh, berbaring, atau berputar.

Sistem ini bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan menjaga tubuh dan kepala dalam orientasi yang benar sesuai dengan gravitasi.

Sistem ini berjalan dari otak melalui telinga bagian dalam di mana terdapat sensor yang mengingatkan otak saat ada gerakan.

Jika kucing menderita penyakit vestibular, otaknya dapat gagal mengidentifikasi posisi tubuh yang tidak normal, sehingga gagal untuk memperbaikinya. Penyakit ini juga menyerang kucing berusia 12 tahun ke atas.

3. Kejang

Kucing yang menderita kejang biasanya mengalami kejang kompleks parsial dan jarang mengalami kejang penuh. Mereka biasanya menderita disorientasi selama pemulihan setelah kejang. Kejang parsial kompleks terjadi ketika kesadaran kucing berubah.

Gejala kejang pada kucing termasuk berjalan mundur, mengeluarkan air liur, gerakan tubuh yang tidak terkontrol, dan buang air besar atau buang air kecil yang tidak disengaja.

Kejang pada kucing bisa disebabkan oleh infestasi parasit, diabetes, menelan zat beracun, epilepsi, tiroid, atau infeksi. Penting untuk dicatat bahwa kejang tidak hanya disebabkan oleh epilepsi seperti yang dipikirkan kebanyakan orang.

4. Peritonitis menular pada kucing

Berjalan mundur pada kucing juga bisa disebabkan oleh penyakit virus yang disebut Feline Infectious Peritonitis. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona kucing dan memiliki dua bentuk yang berbeda, yakni kering dan basah.

Bentuk kering inilah yang menyebabkan disorientasi bersama dengan gejala neurologis lainnya seperti kehilangan keseimbangan, perubahan perilaku, dan kejang.

Penyakit ini terjadi ketika massa jaringan yang meradang yang disebut granuloma berkembang di sistem saraf pusat kucing. Disorientasi dan kehilangan keseimbangan bisa menjadi alasan kucing berjalan mundur.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: kompas.com)


Post Terkait

Comments