Jika Fobia Terhadap Anjing

Cynophobia merupakan salah satu jenis dari fobia spesifik (fobia terhadap objek, hewan, aktivitas, atau situasi yang spesifik). Cynophobia umumnya ditandai dengan rasa panik, cemas, atau takut, yang berlebihan saat berada di sekitar anjing atau bahkan hanya dengan memikirkan hewan ini.

Penyebab dan Faktor Risiko Cynophobia

Di bawah ini adalah beberapa penyebab umum dan faktor risiko seseorang mengalami cynophobia atau fobia terhadap anjing:

  • Memiliki pengalaman buruk dengan anjing di masa lalu, misalnya pernah dikejar atau digigit anjing
  • Memiliki keluarga dekat yang juga fobia terhadap anjing
  • Mengetahui cerita atau informasi negatif mengenai anjing, misalnya pernah membaca berita tentang serangan anjing

Gejala Cynophobia

Seseorang bisa dikatakan menderita cynophobia bila ia sudah mengalami gejala cynophobia paling tidak selama 6 bulan. Berikut adalah gejala yang umumya dialami oleh penderita cynophobia:

Gejala fisik:

  • Sulit bernapas
  • Detak jantung cepat
  • Nyeri atau sesak di dada
  • Gemetar
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Berkeringat
  • Menggigil atau justru merasa panas

Gejala emosional:

  • Merasa panik atau cemas
  • Merasa ingin melarikan diri dari situasi yang memicu ketakutan
  • Merasa akan pingsan atau meninggal
  • Kehilangan kendali diri

Selain itu, ada beberapa gejala khas cynophobia yang terjadi pada anak-anak, yakni mengamuk, menangis, atau tidak mau menjauh dari orang yang mendampingi saat ada anjing di sekitarnya.

Penanganan Cynophobia

Untuk mendiagnosis cynophobia, pertama-tama psikolog atau psikiater akan meninjau gejala yang Anda rasakan, sekaligus melakukan pemeriksaan fisik. Apabila psikolog atau psikiater mendiagnosis bahwa Anda menderita cynophobia, ada beberapa perawatan yang mungkin akan dilakukan untuk menangani cynophobia, antara lain:

1. Terapi desensitisasi

Terapi desensitisasi atau terapi pemaparan adalah salah satu terapi terbaik untuk menangani fobia. Terapi ini dilakukan untuk membantu Anda melawan dan menghadapi rasa takut Anda pada suatu hal, dalam kasus ini adalah rasa takut terhadap anjing.

Terapi desensitisasi dilakukan dengan cara menempatkan Anda pada situasi yang membuat Anda takut, tetapi secara bertahap. Misalnya, pertama-tama Anda akan diminta untuk melihat gambar atau video anjing.

Kemudian, bila Anda sudah mulai terbiasa, terapinya akan ditingkatkan, misalnya dengan cara memperlihatkan anjing yang diikat dengan tali kekang secara langsung, dan begitu seterusnya hingga Anda terbiasa dengan kehadiran anjing di sekitar Anda.

2. Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif adalah salah satu jenis terapi yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan meninjau ketakutan Anda sekaligus cara terbaik untuk mengatasinya.

Terapi ini dilakukan dengan cara mengeksplor perasaan, pikiran, perilaku, dan keyakinan Anda. Tidak hanya itu, Anda juga akan diajarkan untuk mengontrol dan mengubah pikiran negatif yang biasanya muncul saat Anda dihadapkan pada situasi yang membuat Anda takut, sehingga Anda bisa lebih tenang menghadapi situasi tersebut.

3. Obat-obatan

Umumnya kedua terapi di atas sudah cukup untuk menangani cynophobia. Namun, terkadang psikiater akan meresepkan obat anticemas dan obat antidepresan untuk mengurangi gejala cemas atau panik yang Anda alami akibat cynophobia.

Dengan perawatan dan penanganan yang tepat cynophobia tentu saja bisa sembuh, tetapi mungkin memerlukan waktu dan kesabaran dalam menjalaninya. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami gejala-gejala cynophobia, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan psikolog atau psikiater.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.alodokter.com)


Post Terkait

Comments