Ini Penyebab Kucing Batuk, Jangan Sepelekan Bagian 1

Penyebab kucing batuk tak boleh disepelekan. Seperti manusia, kucing juga bisa mengalami batuk. Batuk pada kucing berarti ada sesuatu yang mengiritasi tenggorokan, saluran udara, atau paru-parunya.

Kucing yang batuk akan mengeluarkan suara yang kasar. Mulut kucing biasanya terbuka lebar dan lehernya menjulur. Seringkali, kucing berdiri saat batuk. Batuk pada kucing juga bisa bersifat kering atau berdahak.

Beberapa kucing mungkin biasa batuk sesekali. Jika kucing memiliki batuk berdarah, berlanjut selama lebih dari beberapa hari, parah, berulang secara konsisten, atau jika kucing tampak sakit atau berat badannya turun, penting untuk segera membawanya ke dokter.

Batuk umumnya merupakan gejala dari masalah yang mendasari, seperti penyakit sistem pernapasan atau kardiovaskular. Mengetahui penyebab kucing batuk bisa membuatmu lebih waspada dan segera mencari perawatan tepat.

Berikut 9 penyebab kucing batuk, dirangkum liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(15/9/2020).

Asma

Asma kucing adalah penyebab utama batuk pada kucing. Ini adalah penyakit saluran napas bagian bawah. Asma terjadi akibat iritan yang masuk ke saluran udara dan menyebabkan peradangan. Penyebab asma meliputi paparan serbuh sari, debu kotoran kucing, jamur, asam rokok, parfum, obesitas, dan stres.

Saat kucing terserang asma, ia mungkin mengeluarkan suara batuk. Mereka mungkin juga terengah-engah, mulut ternganga, dan mengembangkan warna kebiruan pada gusi. Asma bisa memburuk dengan cepat. Jika tidak segera ditangani, kucing mungkin tidak bisa bernapas sama sekali.

Masalah sistem pernapasan

Batuk yang tiba-tiba dapat mengindikasikan infeksi saluran pernapasan atas yang umum terjadi pada kucing. Selain batuk, gejala lain bisa berupa bersin, hidung tersumbat, pilek, ingus, tersedak, dan nafsu makan berkurang.

Biasanya, batuk pada kucing berhubungan dengan bronkitis yaitu infeksi yang mempengaruhi saluran udara kecil atau bronkiolus. Berbagai virus dan bakteri dapat menyebabkan bronkitis pada kucing. Batuk pada kucing juga bisa menjadi tanda pneumonia, yang dapat didiagnosis dengan sinar-X.

Alergi

Benda asing di paru-paru bisa menyebabkan batuk. Ini bisa terjadi jika kucing menghirup sesuatu. Alergi pada kucing memiliki penyebab dan gejala yang mirip dengan asma.

Jika kucing memiliki alergi, sistem kekebalannya menjadi terlalu sensitif terhadap zat tertentu sehari-hari dan mulai mengidentifikasinya sebagai zat berbahaya. Alergi bisa disebabkan oleh makanan, tumbuhan, kutu, obat-obatan, parfum, plastik, asap, dan masih banyak lagi. Tanda-tanda alergi yang paling umum pada kucing meliputi gatal, sering menggesekkan badan, kepala gemetar, bersing, batuk, mengi, muntah, diare, hingga kembung.

Bola rambut

Bola rambut atau hairball adalah penyebab umum kucing batuk. Bola rambut adalah sekumpulan kecil rambut atau bulu yang terkumpul di dalam perut hewan. Bola rambut pada kucing lebih mungkin muncul pada ras berbulu panjang, seperti Persia dan Maine Coons.

Saat kucing melakukan grooming, struktur kecil seperti kait di lidahnya menangkap bulu yang rontok. Bulu ini kemudian tertelan dan melewati saluran pencernaan. Beberapa rambut bisa tertinggal di dalam perut dan membentuk bola rambut. Biasanya, kucing akan memuntahkan bola bulu untuk menyingkirkannya.

Saat kucing batuk sebelum mengeluarkan hairball, itu sebenarnya bukan batuk. Bunyi itu adalah muntah dan berasal dari saluran pencernaan, bukan saluran pernafasan. Beberapa gejala bola rambut yang umum termasuk tersedak, tercekik, dan muntah.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.hot.liputan6.com)


Post Terkait

Comments