Gejala Klinis Saat Canine Parvovirus Menyerang Hewan Kesayangan

Setiap penyakit pada hewan memiliki gejala klinis, termasuk pada penyakit Canine Parvovirus. Periode inkubasi penyakit ini pada infeksi peroral adalah 5-10 hari dengan titer 106 TCID50.

Pada saat terjadi infeksi, virus mengadakan replikasi lokal pada jaringan limfoid dan osofaring kemudian diikuti dengan viremia selama 2 sampai 5 hari.

Selama periode viremia virus dapat ditemukan atau diisolasi pada sel epitel usus, otot jantung, dan jaringan limfatik. Pada infeksi peroral, antibodi dapat dideteksi 5 hari setelah infeksi dan level antibodi dicapai setelah gejala klinis terlihat.

Titer antibodi maksimum dicapai 1 minggu setelah infeksi. Antibodi ini tetap konstan dengan level yang tinggi (titer HI 640 lebih dari 2 tahun).

Gejala klinis anjing terserang PPA (penyakit parvovirus anjing) ada dua bentuk yaitu bentuk enterik dan miokarditis non supuratif. Kedua bentuk ini disebabkan oleh virus yang sama. Hal ini telah dibuktikan melalui transmisi percobaan.

Isolat PPA (103 HA unit) dari kasus miokarditis kemudian disuntikkan pada anak anjing umur 4 dan 7 minggu, setelah 3 hari timbul gejala klinis PPA bentuk enterik.

Masa inkubasi PPA bentuk enterik berlangsung 5 sampai 10 hari. Gejala awal ditandai dengan demam (39,5 sampai 41,5°C), depresi, mukosa hidung kering, nafsu makan turun, kelemahan dan muntah. Isi muntahan berwarna putih keabu- abuan dan encer.

Feses konsistensinya lunak kemudian menjadi encer berwarna kuning kehijauan bahkan encer gelap karena bercampur darah dan baunya sangat amis. Pada kondisi ini suhu tubuh mulai turun berlanjut ke suhu subnormal menjelang kematian.

Kontraksi otot anus berkurang sehingga anjing mengalami diare tidak terkontrol. Karena muntah yang terus menerus mengakibatkan anjing mengalami dehidrasi hebat yang dapat dilihat dari turgor kulit.

Selaput lendir mata pada saat demam terlihat kongesti dan pucat (anemik) bahkan sianosis akibat dehidrasi karena diare dan mencret darah. Kematian dapat terjadi dalam waktu 49 sampai 72 jam.

Namun demikian, anak anjing sering mati mendadak tanpa menunjukkan tanda klinis. Kematian yang mendadak ini umumnya disebabkan oleh PPA bentuk miokarditis. Bentuk jantung ini akibat kegagalan konduksi jantung disertai dengan distres pernafasan.

Pada bentuk jantung ini terlihat tanda-tanda klinis berupa sesak nafas, muntah, aritmia jantung dan edema paru. Kasus miokarditis akut dan kronis pernah dilaporkan pula dan bentuk penyakit ini dapat diproduksi kembali melalui penyuntikkan intra uterus 8 hari sebelum melahirkan.

Anak anjing yang dilahirkan biasanya menunjukkan miokarditis akut dan kronis. Miokarditis kronis muncul setelah 87 jam dan 131 hari penyuntikkan. Terkadang ditemukan gangguan pernafasan yang ditandai dengan leleran hidung yang bersifat mukopurulen 3 hari setelah sakit, sedangkan anjing yang sedang bunting apabila ditulari dengan PPA akan terjadi keguguran dan kematian embrio dini atau absorpsi fetus. (Aks/Dictio.id)


Post Terkait

Comments