Dua Penyakit yang Sering Menyerang Kambing dan Domba

Dalam beternak kambing atau domba tidak selamanya akan berjalan indah seperti bayangan banyak orang. Adakalanya peternak akan mengalami suatu permasalahan, seperti kambing kurang sehat, terserang penyakit baik ringan maupun berat.

Oleh karena itu, ketika anda memutuskan untuk beternak kambing atau domba, ada baiknya anda mengetahui beberapa penyakit yang sering menyerang kambing atau domba, serta cara penanganannya secara efektif.

Anda yang minat di dunia peternakan hewan rumansia ini juga tak ada salahnya berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter hewan terkait dengan ragam penyakit yang menyerang kambing dan domba.

Berikut ini dua penyakit yang sering menyerang kambing dan domba yang dirangkum DokterHewan.co.id dari berbagai sumber.

1. Kambing Kembung

Perut kembung atau sering disebut bloat adalah kondisi dimana perut kambing banyak berisi gas akibat dari proses fermentasi yang berjalan cepat dan tidak dapat dikeluarkan dalam bentuk kentut.

Tingginya akumulasi gas dalam perut menyebabkan organ lain dalam tubuh tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Sehingga kambing pun melakukan pernapasan dengan mulut terbuka akibat dari frekuensi pernapasan yang tinggi.

Tanda-tanda yang mudah kita ketahui adalah, perut kambing membesar atau membengkak akibat penumpukan gas dalam rumen. Akibat rasa sakit yang ditimbulkan, kambing terlihat mendengus-dengus, dan biasanya akan menendang-nendang ke sisi kiri. Punggung kambing juga terlihat membungkuk serta saat berbaring kambing akan kesulitan untuk bangun kembali.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, lama kelamaan akan semakin parah dan dapat menyebabkan kematian. Dan ini yang sering terjadi.

Kambing mengalami kembung biasanya akibat terlalu banyak memakan legume, hijauan terlalu muda, atau mengkonsumsi rumput yang masih berembun saat dilepas dari kandang. Maka sangat penting bagi peternak untuk berhati-hati dalam memberikan makanan hijauan.

Sebelum memberikan pakan hijauan hendaknya dilayukan terlebih dahulu, terutama daun singkong. Jangan melepas kambing saat pagi hari, serta jangan memberi makan pada waktu menjelang maghrib.

Jika kambing mengalami kembung, untuk mengatasinya bisa dengan memberi obat masuk angin yang dapat dibeli di apotik atau warung. Cara lain, dengan meminumkan minyak nabati, atau dengan mencekoki kambing dengan soda. Bisa juga dengan menusuk anus kambing dengan tangkai daun pepaya yang sudah diolesi minyak, kemudian menekan dan memijit perutnya agar dapat mengeluarkan gas. Cara-cara tersebut bertujuan agar kambing dapat mengeluarkan gas berlebih dalam perutnya baik melalui kentut maupun sendawa.

2. Kambing Cacingan

Beberapa jenis cacing yang sering menyerang kambing atau domba diantaranya Haemonchus Cocortus, Trichus sp, dan Oestophagostomum sp. Cacing-cacing tersebut kemungkinan besar terdapat pada pakan hijauan terutama yang diambil dari aktivitas mengarit.

Ketika cacing-cacing tersebut ikut kemakan, ia akan hidup sebagai parasit di saluran pencernaan, melekat di selaput usus dan menghisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, dan mengeluarkan racun.

Kambing yang terserang cacingan, tubuhnya akan menjadi lemah, lesu, dan tidak bisa gemuk walaupun diberi makan banyak. Dalam beberapa kasus, kambing muda usia3-4 bulan yang terkena cacingan tubuhnya akan kurus dan dan mati.

Beberapa tanda yang bisa kita lihat dari kambing yang terkena cacingan:

  • Nafsu makan berkurang
  • Tubuh terlihat lemah, lesu, dan kurus
  • Perut buncit, bulu terasa kasar, kusam dan rontok
  • Kambing juga mengalami diare atau mencret

Untuk mengatasi kambing terkena cacingan, berikan obat cacing seperti Cetarin concuat, Pheno plus, dan Wormex powder. Untuk pencegahan sebaiknya lakukan kebersihan kandang secara rutin dan berikan obat cacing secara teratur setiap 3 bulan sekali atau sekurang-kurangnya 6 bulan sekali.

Selain menggunakan obat medis, penyakit cacingan pada kambing juga dapat diatasi dengan membuat ramuan herbal berupa 2 buah pinang tua, 2 sendok makan gula jawa, 5 lembar daun tembakau dan 1 sendok makan serbuk getah pepaya muda. Semua bahan dicampur rata dan dihaluskan dan diberikan setiap 5 hari sekali. Selamat mencoba. (A. Kholis/berbagai sumber)


Post Terkait

Comments