Benarkah Anjing Tak Boleh Diberi Cokelat

Banyak pemilik anjing memberikan camilan kepada hewan kesayangannya. Namun jarang yang menyadari bahwa tidak semua makanan ringan itu cocok buat anjing, salah satunya cokelat.

Baik cokelat murni atau yang sudah bercampur dengan bahan lain. Makanan manis ini memang banyak digemari orang karena rasa manis dan gurih yang membuat ketagihan.  

Cokelat berasal dari biji buah cokelat, Theobroma cacao. Cokelat mengadung theobromine, bahan yang bersifat stimulant. Cokelat memang dikenal sebagai bahan makanan yang menyehatkan. Banyak informasi yang menyebutkan bahwa cokelat mempunyai efek sebagai antioksidan, memperpanjang umur, dan juga meningkatkan gairah seksual. 

Cokelat mengandung zat kimia tetrahydocannabioid (THC), bahan ini mempunyai efek meningkatkan gairah. Tapi jika cokelat digunakan dalam bahan dan pada dosis terapi dapat memicu terjadi kegemukan (obesitas).

Menurut drh Nusdianto Triakoso, peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya, theobromine adalah bahan yang bersifat stimulant ringan bagi manusia, namun bahan ini brsifat toksik untuk anjing. 

“Bahan ini dapat meningkatkan urinasi dan merangsang sistem syaraf pusat termasuk juga denyut jantung. Karena itu, bisa saja anjing yang diberi cokelat akan menunjukkan gejala sakit, mengalami hipertermia (peningkatan suhu tubuh), tremor (gemetar), seizure atau kejang bahkan koma dan mati,” katanya.

Hilangkan racun

Berbagai macam cokelat mengandung kadar theobromine yang bervariasi. Cokelat putih mengandung setidaknya 1 mg per ounce (28,35 grram), sementara baking cokelat (cokelat kue) mengandung 450 mg per ounce. Jumlah ini  termasuk  racun  untuk anjing.

“Anjing dengan berat 20 pound atau 40 kg akan mengalami keracunan bila mengkonsumsi coklat sebanyak 5 candybar/batang (permen) cokelat. Namun bila memakan baker’s cokelat atau cokelat kue anjing akan mengalami keracunan hanya dengan mengkonsumsinya saja,” ujarnya.

Kalau melihat gejala tersebut, harus segera dibawa ke dokter. Memang, di Indonesia jarang sekali dilaporkan anjing mati karena serangan racun coklat, tetapi lebih sering dilaporkan karena serangan distemper syaraf, parvo atau keracunan obat serangga.

Biasanya oleh dokter anjing hanya diinfus dan diberi tambahan oksigen agar anjing dapat bertahan sampai racun coklat tersebut hilang dengan sendirinya. (Abdul Kholis)

sumber: Vetnews.co

Foto Ilustrasi : https://quatrebonbon.files.wordpress.com


Post Terkait

Comments