Benarkah Anjing Besar Lebih Cepat Menua daripada Anjing Kecil

Masalah ukuran tubuh dan umur adalah topik menarik dalam biologi. Pada semua spesies di seluruh dunia, setidaknya pada mamalia, hewan bertubuh besar memiliki hidup lebih lama daripada hewan berukuran kecil. 

Misalnya, gajah hidup lebih lama daripada tikus. Teorinya adalah hewan yang lebih besar memiliki metabolisme lebih lambat daripada hewan kecil serta metabolisme yang lebih cepat menghasilkan lebih banyak akumulasi radikal bebas yang merusak jaringan dan DNA.

Namun, teori ini tidak selalu berlaku untuk semua hewan. Pada spesies hewan tertentu, umur dan ukuran tubuh berkorelasi terbalik seperti dialami anjing dan tikus. Ini juga terjadi pada manusia. Mengapa demikian?

Anjing yang bertubuh lebih besar (juga tikus atau manusia) tumbuh lebih cepat daripada rekan-rekan mereka yang lebih kecil karena mencapai ukuran lebih besar dalam waktu  kurang-lebih sama. 

Tubuh besar berkaitan dengan risiko kanker

Pertumbuhan yang lebih cepat dapat dikorelasikan dengan tingkat kanker lebih tinggi. Namun, tidak ada pemahaman jelas mengapa pertumbuhan yang lebih cepat menyebabkan penuaan dini .

Namun, tampaknya itu adalah tingkat penuaan yang dipercepat atau penuaan yang menyebabkan anjing yang lebih besar memiliki rentang hidup lebih pendek daripada anjing kecil

Sebuah data yang berasal dari 32 ras anjing menunjukan korelasi terbalik cukup baik. Namun, ada beberapa ras anjing besa dengan berat sekitar 40-50 kilogram hidup rata-rata 12 atau 13 tahun. 

Sementara beberapa ras anjing lain dengan ukuran tubuh yang sama hanya hidup delapan atau sembilan tahun. Ini karena anjing dibiakkan secara artifisial oleh manusia untuk memilih penampilan atau perilaku dan belum tentu kesehatan.

Ditambah, perkawinan sedarah yang cukup besar untuk menghasilkan atau mempertahankan ras yang sama.

Misalnya, Boxer adalah anjing besar, tetapi tingkat kanker mereka yang lebih tinggi dapat mengakibatkan umur lebih pendek.

Namun, ras anjing yang benar-benar raksasa semuanya secara konsisten hidup rata-rata delapan hingga sembilan tahun. 

Jadi, ada sesuatu yang terjadi selain kebiasaan pembiakan sederhana yang menyebabkan genetika dan kesehatan yang buruk. 

Beberapa tahun yang lalu, sebuah penelitian besar yang dilakukan University of Washington, Amerika Serikat, diterbitkan menggunakan data kematian dari ribuan anjing di 74 ras menguji tiga hipotesis.

Pertama, anjing besar dapat mati lebih muda daripada anjing kecil karena penuaan dini. Kedua, bahaya kematian minimum lebih tinggi. Ketiga, peningkatan laju penuaan.

Kesimpulan dari penelitian mereka adalah bahwa penuaan dimulai kurang-lebih pada usia yang sama pada ras anjing kecil dan besar, tetapi anjing besar menua lebih cepat. 

Namun, tidak ada pemahaman jelas tentang mekanisme yang mendasari penuaan lebih cepat pada anjing.

Tampaknya ketika memilih ukuran anjin yang besar, penuaan akan lebih cepat terjadi tanpa tahu  semua komponen genetik ini.

Kita tahu bahwa setidaknya ada tiga gen yang menentukan ukuran tubuh besar pada anjing: IRS4 dan IGSF1 yang terlibat dalam jalur hormon tiroid yang mempengaruhi pertumbuhan, ACSL4 yang terlibat dalam pertumbuhan otot, dan ketebalan lemak punggung.

Namun, bagaimana mempercepat penuaan masih merupakan spekulasi. Diperlukan lebih banyak penelitian, tetapi anjing tampaknya menjadi model bagus untuk mempelajari evolusi ukuran tubuh dan hubungannya dengan penuaan.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments