Anjing pun Bisa Kena Diabetes

Seperti halnya stroke dan darah tinggi, penyakit diabetes juga menjadi ancaman manusia abad ini. Soal gaya hidup dan pola makanan dituding menjadi penyebabnya. Sekali terkena, nyaris sepanjang hidup harus berobat, rajin memeriksakan diri ke dokter dan mengatur pola makan.

Tapi diabetes ternyata juga bisa menyerang anjing. Tandanya, tak jauh berbeda dengan manusia, yakni  tubuh semakin kurus namun selalu kelaparan dan haus, lebih sering kencing dengan frekuensi dan jumlah yang banyak.

Menurut ahli penyakit dalam veteriner dari Universita Airlangga Surabaya, Nusdianto Triakoso,dengan berkembangnya teknik pemeriksaan insulin pada anjing, telah dibandingkan tipe diabetes mellitus pada anjing dan manusia. Ternyata memang ada kemiripan.

Tipe diabetes pada anjing yang paling sering adalah diabetes mellitus yang mirip dengan diabetes mellitus tipe I pada manusia, yaitu insulin dependent diabetes.  “Beberapa kasus juga diduga menderita diabetes tipe II,” kata Nusdanto.

Diabetes mellitus tipe I adalah kondisi ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi insulin karena kerusakan  sel beta pada pankreas. Biasanya terjadi pada masa kanak-kanak.

Sebagian besar anjing penderita diabetes mengalami hipoinsulinemia absolut sehingga  membutuhkan injeksi insulin. Penyakit ini dapat terjadi pada anjing semua umur. Apa gejala anjing yang menderita diabetes? Gejala utama yang tampak adalah anjing sering makan, minum dan sering kencing.

Hal ini karena gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga tubuh selalu merasa lapar, dan tingginya kadar gula darah akan menyebabkan glukosuria (air kencing mengandung gula).

 Gejala lain adalah kehilangan berat badan, sehingga anjing menjadi kurus. Kasus lain kadang juga diikuti adanya kebutaan akibat pembentukan katarak.” Jadi, harus curiga bila anjing kesayangan  kencing lebih sering dan lebih banyak dari biasanya, lebih banyak makan dan cepat lapar namun justru kehilangan berat badan dan adanya gejala kebutaan serta tampak adanya pembentukan katarak,” kata Nusdianto.

Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sangat tinggi (lebih dari 200 mg/dl) meski dalam keadaan puasa. Padahal , seharusnya  70 – 110 mg/dl pada kondisi normal. “Kasus yang saya temukan pada anjing bahkan mencapai angka lebih dari 650 mg/dl kadar gula puasa dan lebih dari 720 mg/dl kadar gula pasca makan,” ujarnya.

Jadi, berhat-hatilah dengan anjing yang tampak kurus namun doyan makan. (Abdul Kholis)

Sumber : Vetnews.co

Foto: veterinaryclinic-drhkoes.blogspot.com


Post Terkait

Comments