Alasan Kucing Dewasa Mendesis pada Anak Kucing

Memiliki lebih dari satu kucing memang terasa menyenangkan, terlebih jika sifat dan perilakunya saling berbeda sehingga rumah akan terasa lebih berwarna.

Akan tetapi, jika memelihara kucing dewasa, mungkin kamu sempat melihat situasi yang mana kucing dewasa terlihat mendesis pada anak kucing baru yang kamu bawa pulang.

Dilansir dari PawTracks, Rabu (16/2/2022), rumah sakit kucing di Marietta, Gerogia, Amerika Serikat (AS), bernama Paws, Whiskers, and Claws menjelaskan bahwa hal tersebut sangat wajar.

Hal serupa turut disampaikan oleh konsultan perilaku kucing di Fundamentally Feline bernama Ingrid Johnson.

“Jangan khawatir, normal bagi kucing untuk mendesis pada sesuatu yang baru atau yang tidak mereka pahami,” jelas Johnson.

Adapun perilaku ini menandakan bahwa kucing dewasa mengatakan kepada anak kucing untuk tidak mendekat.

Mungkin juga, mereka akan mendesis padamu atau anggota keluarga lainnya setelah kamu memperkenalkan anak kucing baru ke rumah.

Belum familiar dengan bau anak kucing

Kucing sangat bergantung pada indra penciumannya untuk berkomunikasi dan menavigasi dunia di sekitar mereka.

Sementara itu, anak kucing baru memiliki bau yang tidak familiar bagi kucingmu. Jadi, mereka dapat kebingungan saat rumahnya mendadak berbau sesuatu yang asing.

Lebih buruk lagi, kamu akan memiliki bau yang asing bagi kucing dewasa karena kamu berinteraksi dengan anak kucing baru.

Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir karena kucing dewasa akan menerima anak kucing baru, dan rumahmu akan harmonis kembali.

Cara agar kucing dewasa berhenti mendesis

Memang ada kucing yang baik hati dan mungkin langsung menjalin ikatan dengan anak kucing baru. Namun, ada juga kucing yang merasa protektif terhadap kediaman dan keluarga manusianya.

Untungnya, sebagian besar kucing dapat beradaptasi cukup cepat. Jika mereka masih belum berhenti mendesis, ada cara yang dapat dilakukan.

Lakukan dengan perlahan

Kamu dapat coba membiarkan kucing dewasa dan anak kucing baru untuk tinggal di kamar masing-masing selama beberapa hari.

Hal ini dilakukan agar mereka terbiasa mencium bau satu sama lain, dan bau yang menempel padamu. Setelah itu, coba taruh selimut dari kamar anak kucing baru ke kucing dewasa, begitu juga sebaliknya.

Dengan demikian, mereka akan lebih cepat untuk membiasakan diri dengan aroma kucing lain.

Beri waktu untuk saling berinteraksi

Saat pertama kali memperkenalkan para kucing, pisahkan dengan memberikan batas. Alternatifnya, taruh salah satu kucing di dalam kandang.

Beri mereka waktu untuk melihat satu sama lain, dan membiasakan diri dengan kehadiran satu sama lain. Jangan lupa untuk diselingi dengan memberikan mereka kasih sayang dan makanan.

Biarkan mereka menghabiskan waktu bersama

Jika kucing dewasa dan anak kucing baru sudah bisa menghabiskan waktu bersama tanpa menunjukkan perilaku agresif, hilangkan pembatas atau keluarkan salah satu kucing dari kandang.

Ketika kucing dewasa mulai mendesis, jangan mendisiplinkannya secara verbal atau fisik. Sebab, kamu dapat membuat kucingmu menjadi takut padamu.

Selain itu, mendesis berfungsi sebagai peringatan bagi anak kucing untuk tidak mendekat. Selama mereka tidak bertengkar, kamu tidak perlu ikut campur.

Jangan paksa untuk berbagi

Kucing bisa menjadi sangat posesif terhadap makanan, minuman, tempat menggaruk, dan kotak pasir. Untuk mengurangi isu ini, jangan paksa mereka untuk saling berbagi.

Kucing dewasa yang tidak dipaksa untuk berbagi akan merasa lebih aman, dan lebih mungkin untuk menerima anak kucing baru.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments