Agar Pemilik Hewan Hidup Damai Bersama Tetangga

 Hewan peliharaan bisa menjadi pangkal konflik dengan tetangga. Misalnya saja kasus penyerangan warga Pesanggrahan Jakarta Selatan karena kotoran kucingnya dianggap mengganggu.

Ada banyak kasus lainnya soal hewan peliharaan yang dianggap mengganggu lingkungan sekitar, mulai dari aroma tak sedap, berisik sampai menggangu kenyamanan. 

Berbagai hal tersebut memang menjadi salah satu tantangan bagi pemilik hewan. Hewan tidak  memahami berbagai aturan sosial yang berlaku sehingga kita wajib melatihnya agar bisa hidup damai bersama lingkungan sekitar.

Tugas bagi pemilik hewan untuk sebisa mungkin mengantisipasi tidak muncul keluhan semacam itu. Pastikan hewan peliharaan terpenuhi kebutuhannya agar tidak menganggu orang lain.

Hewan yang kenyang dan nyaman di rumahnya sendiri jelas tidak akan berkeliaran. Selain itu, pastikan anak berbulu tersayang tetap sehat dan tidak berbau agar tidak membahayakan orang lain.

Agar terhindari dari konflik dengan tetangga, ada 5 hal yang harus dilakuka oleh pemilik hewan antara lain:

  • Latih hewan peliharaan

American Kennel Club menyarankan setiap orang untuk melatih hewan peliharaannya, khususnya dalam hal membuang kotoran. Ajari kucing tersayang untuk menggunakan litter box atau latih anjing agar tidak berkeliaran di sekitar rumah.

Jika kerap mengajak hewan berjalan di sekeliling rumah, pastikan memungut kotoran yang mereka tinggalkan di jalan agar tak muncul keluhan. Aromanya tak sedap dan jelas bisa menganggu kesehatan.

Hewan yang tidak buang kotoran sembarangan paling tidak akan meminimalisasi komplain dari tetangga.

Melatih hewan memang tidak mudah dan cepat karena itu kita butuh sikap sabar dan konsisten.

  • Jangan berisik

Anjing yang menggonggong sepanjang hari jelas akan mengganggu istirahat tetangga dan membuatnya marah. Karena itu, pastikan hal ini tidak terjadi dengan memperhatikan kebutuhan anjing.

Biasanya hewan bersikap seperti itu karena ada hal yang tidak beres. Cek kebutuhan mereka atau lihat kondisi di sekelilingnya. Ajari anjing untuk tetap tenang dan tidak berisik khususnya di malam hari. Meski agak merepotkan, tak ada salahnya memasang karpet tebal untuk meredam suara pemilik hewan bagi yang tinggal di apartemen

 

  • Jangan diliarkan

Banyak pemilik hewan yang membebaskan peliharaannya berkeliaran di lingkungan rumah baik anjing maupun kucing. Kebiasaan ini sebenarnya tidak disarankan karena dapat menganggu tetangga.

Selalu ada kemungkinan ada orang yang takut atau alergi dengan hewan. Bisa juga hewan bertingkah tidak biasanya karena terprovokasi hal yang ditemuinya di luar sana.

Selain itu, melepaskan hewan tersayang berkeliaran juga tidak aman. Mereka bisa saja tertabrak kendaraan atau diracun oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Biarkan hewan berkeliaran bebas hanya di properti pribadi saja agar tidak ada yang terganggu. Jika membawanya keluar, pastikan anjing menggunakan harness atau tali penuntun, begitu pula dengan kucing.

  • Pahami aturan lokal

Jika ingin pindah ke gedung apartemen atau rumah baru sebaiknya pahami peraturan yang berlaku soal hewan peliharaan. Ada sejumlah lokasi yang tegas melarang adanya hewan tanpa terkecuali.

Ada baiknya untuk memilih lingkungan yang pet-friendly. Bisa ditanyakan sebelumnya ke pengelola atau pengurus lingkungan sekitar. Hal ini bisa menjadi preventif paling utama untuk menghindari konflik yang muncul.

Pasalnya jika sudah terbukti ramah pada hewan maka biasanya para tetangga akan jauh lebih toleran akan masalah yang muncul belakangan.

  • Tidak semua orang menyukai hewan

Hal yang biasanya sulit dipahami adalah tidak semua orang menyukai hewan. Karena itu jangan paksa tetangga untuk memahami jika kucing atau anjing kita lucu dan menggemaskan.

Ada banyak alasan orang tidak menyukai hewan seperti trauma, alergi, dan berbau. Banyak juga yang benar-benar tidak suka pada hewan tanpa alasan tertentu.

Pahami perbedaan pendapat ini dan jangan paksakan mereka untuk menyukai hewan. Latih hewan untuk mengambil jarak dari orang tersebut agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments