Tumbuhan Catnip Bisa Bikin Kucing ‘Giting’, Berbahayakah

Para pencinta kucing mungkin sudah tak asing lagi dengan tumbuhan catnip atau Nepeta cataria. Tanaman ini bisa membuat kucing jadi "mabuk" atau bahkan “giting”.

Para kucing yang memakan akar tumbuhan ini akan menunjukkan perilaku aneh dan lucu, seperti banyak mengendus, menjilat-jilat, mengunyah tumbuhan tersebut, menggesek-gesekan tubuhnya, serta bisa menjadi hiperaktif.

Meski begitu, catnip tidak berbahaya bagi kucing. RC Hatch dalam makalah hasil risetnya yang dipublikasikan pada 1972 menjelaskan bahwa efek catnip pada kucing akan hilang dalam kurun waktu 10 menit.

Peneliti dari University of Guelph di Kanada itu mengatakan bahwa reaksi kucing akibat efek dari catnip ini bisa dipelajari sebagai model reaksi manusia akibat mengonsumsi ganja atau obat narkotika lysergic acid diethylamide (LSD).

Belum lama ini para peneliti telah mempelajari lebih lanjut bagaimana catnip bisa membuat kucing "giting" atau “nge-fly”. Berdasarkan temuan para peneliti yang telah dipublikasikan di jurnal Nature Chemical Biology pada 10 Desember 2018, senyawa kimia bernama nepetalactone atau terpene adalah yang bertanggung jawab membuat kucing jadi demikian.

Ada potensi jadi obat anti kanker

Menariknya, selain menemukan zat dalam catnip yang menjadi penyebab kucing jadi “giting”, para peneliti juga menemukan bahwa catnip memproduksi terpene dalam dua proses. Pertama, ada sebuah enzim yang mengaktifkan senyawa prekursor. Lalu ada enzim lain yang menggunakannya untuk memproduksi nepetalactone.

Para peneliti menduga proses serupa juga terjadi pada pencampuran obat anti kanker, vincristine dan vinblastine. Karenanya mereka percaya bahwa dengan memahami cara perpaduan nepetalactone, kita bisa memahami lebih banyak mengenai produksi senyawa kimia lain, seperti vinblastine yang banyak digunakan dalam kemoterapi.

"Kami telah membuat proses signifikan dalam memahami bagaimana catnip membuat nepetalactone, senyawa kimia yang membuat kucing jadi 'gila'," ujar Benjamin Lichman, peneliti dalam riset ini, sebagaimana dikutip dari Eureka Alert.

"Catnip menyebabkan proses kimia yang tidak biasa dan unik. Kami berencana untuk menggunakannya dalam pembuatan senyawa bermanfaat yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit seperti kanker," kata dia.

Ia menambahkan bahwa mereka sedang mempelajari evolusi catnip hingga tumbuhan itu akhirnya bisa memproduksi senyawa kimia aktif bagi kucing. (A.Kholis/berbagai sumber)


Post Terkait

Comments