Tanda dan Penyebab Pyometra Pada Kucing Betina

Kucing betina yang terkena Pyometra memiliki beberapa tanda, seperti panas pada badannya. Jika Anda melihat gejala dari tanda – tanda Pyometra pada kucing betina pelaiharaan Anda, bawalah kucing Anda ke dokter hewan dengan segera.

Jelaskan kepada dokter hewan tentang gejala Pyometra kucing yang Anda amati, dan jangan lupa untuk memberitahu dokter hewan tentang apakah kucing Anda terkena spay atau tidak.

Anda juga harus memberitahu kepada dokter hewan dalam upaya untuk mengetahui kapan siklus panas terakhir kucing peliharaan Anda, karena kondisi ini hanya berkembang setelah masa panas.

Tes dasar seperti tes darah lengkap dan tes profil kimia darah dapat dilakukan pada awal pemeriksaan untuk mengindikasikan adanya infeksi dalam tubuh. Tes ini akan menunjukkan pada dokter hewan tentang kucing kesayangan Anda yang memiliki tingkat sel darah putih yang tinggi.

Perlu Anda ketahui, sebenarnya terdapat dua jenis Pyometra yaitu terbuka dan tertutup. Jika kucing Anda memiliki penyakit Pyometra terbuka, akan ada keputihan yang akan membantu dokter hewan membuat diagnosis kondisi dengan cepat.

Namun, kucing dengan penyakit Pyometra tertutup tidak memiliki debit, karena disimpan di dalam rahim oleh serviks tertutup. Dokter hewan kemungkinan besar akan melakukan sinar-X pada perut bagian bawah untuk mengetahui rahim yang membesar dan membuat diagnosis. Pemeriksaan vagina juga dapat dilakukan sehingga dokter hewan dapat memeriksa area untuk kelainan.

Penyebab

Kondisi ini terjadi setelah periode estrus atau “panas”, ketika hormon progesteron bertahan pada tingkat yang lebih tinggi dari tubuh kucing. Lapisan rahim kucing akan mulai mempersiapkan kehamilan potensial dengan menjadi kental.

Jika tidak terjadi kehamilan, lapisan itu seharusnya menipis lagi, namun beberapa kucing akan mulai mengalami pertumbuhan kistik yang abnormal.

Ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh, dan bila terjadi demikian maka kucing berisiko pyometra yang merupakan infeksi rahim.

Setiap kucing betina yang utuh secara seksual berisiko mengalami gangguan pyometra. Namun, untuk mereka yang memakai obat berbasis progesteron untuk mengobati kondisi lain dari penyakit ini akan sangat berisiko terhadap kucing. (A.Kholis/berbagai sumber)


Post Terkait

Comments