Tak Lama Lagi, Prodi Spesialis Dokter Hewan Akan Terwujud

Kabar gembira untuk kalangan dokter hewan dan calon dokter hewan di Indonesia. Tak lama lagi, beberapa perguruan tinggi akan memiliki Program Studi (Prodi) Spesialis untuk Dokter Hewan.

Sudah ada enam prodi yang sedang dipersiapkan naskah akademiknya, yakni Prodi Penyakit Dalam Veteriner, Prodi Bedah Veteriner, Prodi Patologi, Prodi Hewan Laboratorium, Prodi Reproduksi, dan Prodi Radiologi.

Itulah yang diungkapkan Ketua I Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) Prof. Dr. drh. Suwarno, M.Si, di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) di Favehotel, PGC, Jakarta Timur, 3-4 Oktober 2019.

“Jadi, tujuan kegiatan FGD kali ini adalah untuk menyusun naskah akademik prodi spesialis untuk dokter hewan,” ujarnya.

Menurut Prof. Suwarno, kedokteran hewan di Indonesia masih tertinggal jauh dengan kedokteran manusia yang sudah sejak lama memiliki program studi dokter spesialis di berbagai perguruan tinggi.

Berangkat dari masalah ini dan atas permintaan pasar yang kian membutuhkan, PB PDHI diminta untuk menyusun Program Studi (Prodi) Spesialis bagi dokter hewan oleh Kementerian Ristek Dikti.

Prof. Suwarno menjelaskan, keenam prodi tersebut sudah cukup lama disusun, yakni pada tahun 2010 dan pada tahun 2014 sudah menghasilkan naskah akademik. Saat itu naskah akademik tersebut sudah diajukan ke kementerian, namun karena adanya pergantian menteri pada pemerintahan baru, maka berkas yang sudah terkirim tidak ada kabar hingga sekarang.

“Waktu itu, perguruan tinggi yang ditunjuk adalah yang sudah memiliki kesiapan untuk prodi-prodi tersebut, seperti Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Univbersitas Gadjahmada (UGM),” ujarnya.

Ketiga perguruan tinggi tersebut sudah terakreditasi A dan berhasil membuat naskah akademik. Universitas Airlangga membuka Prodi Bedah Veteriner dan Prodi Penyakit Dalam Veteriner. IPB membuka Prodi Hewan Laboratorium dan Prodi Patologi. Sementara UGM membuka Prodi Reproduksi.

Namun dalam perkembangan sat itu ada masalah di tingkat kementerian, karena belum ada aturan terkait dengan Program Spesialis untuk Dokter Hewan. Dan, kini program yang cukup lama terpendam, akan segera diwujudkan. (A. Kholis)

 


Post Terkait

Comments