Sikap PB PDHI Atas Merebaknya COVID-19

Makin merebaknya penyebaran corona virus yang kian mengkhawatirkan membuat Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) merasa perlu untuk menyikapi kondisi ini.

Seperti yang ditayangkan di akun Facebook Ketua Umum PB PDHI drh. Munawaroh Budihardjono, PB PDHI menyampaikan sikapnya pada 15 Maret 2020. Penjelasan mengenai merebaknya COVID-19 di Indonesia.

Menurut Ketua Umum PB PDHI, pihaknya ingin memberikan penjelaskan kepada para kolega dan masyarakat pada umumnya mengenai wabah COVID-19 agar masyarakat teredukasi dengan baik.

Dalam penyamapaian sikapnya tersebut, Ketua Umum PB PDHI didampingi Prof. Dr. drh. Suwarno, Ketua I PB PDHI.  

Menurut Prof. Dr. drh. Suwarno, COVID-19 merupakan penyakit yang mewabah ke seluruh dunia yang sampai saat ini mencapai 145 negara.  COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar corona virus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya.

Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS.

“COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS,” ujar Suwarno.

Virus SARS-COV2 pertama kali ditemukan pada pedagang dan konsumen satwa liar yang menderita Flu dan Pneumonia. Diindikasikan bahwa virus  SARS-COV2 mirip dengan virus yang ada pada kelelawar yang mengalami mutasi sehingga dapat menginfeksi pada manusia.

Menurut Suwarno, di dunia ada empat jenis corona virus, diantaranya; alfa corona virus, beta coroa virus, delta corona virus dan gama corona virus. Dari keempat jenis tadi, yang dapat menginfeksi adalah beta corona virus. SARS-COV2 bersama beberapa corona virus kelelawar termasuk  beta corona virus.

“Uniknya adalah pada kelompok corona virus pada hewan peliharaan  seperti anjing, kucing, babi, ayam dan sapi tidak menular pada manusia, karena virus ini memeiliki reseptor yang berbeda dengan virus SARS-COV2,” tegasnya.

Suwarno menegaskan, untuk menghindari terjadinya penularan virus corona, anjuran untuk cuci tangan menggunakan sabun dan menjauhi kerumunan orang adalah langkah yang tepat.

“Selain itu stop menginsumsi daging  satwa liar, karena itu bukanlah untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (Aks)


Post Terkait

Comments