Sekolah Khusus Murai Batu

Bila petshop selama ini hanya dikenal untuk hewan piaraan seperti anjing dan kucing, maka di Indramayu ada yang khusus untuk burung murai batu, namanya Shakila Bird Farm, yang sering disebut Skl BF. Terletak di Desa Jatibarang, dengan pemandangan asri pepohonan mangga.

Jangan membayangkan pusat penangkaran ini berada di lapangan luas dengan kandang-kandang burung yang ditambatkan di tiang tinggi. Di sini, kandang-kandang burung ditutup kain sewarna, yakni hijau muda. Kandang burung diposisikan sejajar dengan tempat yang bersih dan cukup ventilasi udara.

Menurut pemilik Skl BF Syamsul Saputro, pihaknya menyediakan sarana penangkaran dan konsultasi pemeliharaan burang murai. “Hanya burung murai. Tidak ada yang lain,” katanya.  

Untuk mendukung upaya penangkaran tersebut, disediakan  pemasaran dan konsultasi yang ideal, baik ketersediaan lahan, sumber daya manusia dan prasarana pendukung lain seperti  konsultasi perawatan, penginapan bagi tamu/konsumen  dan  areal perkebunan mangga.

Jadi, ketika datang untuk melihat penangkaran atau konsultasi, akan terhampar perkebunan mangga. Apalagi ketika musim panen mangga antara September-Desember.

Burung murai yang disediakan selain indukan jantan dan betina, tersedia juga anakan jantan dan betina. Tapi menurut Syamsul, yang biasa disapa Pak Haji, Kebanyakan  pengunjung yang datang untuk langsung membeli.

“Banyak yang minta langsung dipilihkan,” katanya.  

Selain burung murai batu, di Skl BF  juga  tersedia banyak burung masteran. Burung masteran adalah burung yang digunakan untuk mengajar dan melatih anakan burung murai batu berkicau melalui proses peniruan suara. Di SKL BF saat ini terdapat 19 orang perawat burung, dengan tugas sendiri-sendiri, mulai dari yang aktif di penangkaran jangkrik sebagai suplai makanan burung  ada juga  yang  dilibatkan dalam perawatan burung-burung  secara umum.

Burung murai batu anakan yang sedang dimaster ditempatkan di rak-rak dengan batas penyekat. Memang, penempatan sengaja dibuat serapi mungkin agar pada saat pemberian pakan tidak ada yang terlewatkan, dan mempermudah dalam perawatan.

Selain penangkaran dan pelatihan, di sini juga  menawarkan jasa penitipan, perawatan dan pemasteran burung murai batu dengan mengutip  bayaran Rp 300.000/bulan per burung. Dengan membayar Rp 300.000 per bulan, burung yang dititipkan tidak hanya dirawat dan dimaster agar bisa menyuarakan aneka suara burung pemaster tetapi keselamatan jiwa burung juga di-cover dengan asuransi jiwa (burung).

Usaha jasa penitipan burung, seperti halnya jasa penitipan anjing dan kucing, biasanya terjadi selama liburan Hari Lebaran.  Selama ini, jasa penitipan hewan tidak sampai diasuransikan, namun SKL BF berani melakukannya. 

“Jujur, bukan hanya di Indonesia saja, bahkan sampai ke luar negeri pun terasa belum ada yang berani menawarkan hal yang satu ini, yaitu penitipan satwa dengan jaminan keselamatan nyawa si satwa tersebut,” kata Syamsul.

Kini, Skl BF bukan sekadar penangkaran burung murai batu, tapi juga menjadi destinasi wisata di Indramayu, terutama pehobi burung. Tidak heran bila Pemda Indramayu member dukungan pada putsa penangkaran ini, salah satunya mampu merekrut tenaga kerja, selain upaya melestarikan burung murai batu, yang kini banyak dipelihara masyarakat.

Terbukti, banyak pehobi burung murai batu yang mendatangi pusat penangkaran yang juga sering disebut “mabes” (markas besar). Mereka yang datang tidak saja dari Indramayu, tapi hingga kota-kota lain seperti Pati (Jawa Tengah), Kediri (Jawa Timur), dan Serang (Banten).

Tapi usaha awal ini sebenarnya karena tidak sengaja. Pada 2008  Syamsul yang hobi lomba burung, memiliki dua burung murai batu. Agar burungnya pintar, dia pun membeli burung masteran untuk melatih burang murainya. Tak terasa, jumlah murai pun hingga mencapai 18 ekor lebih.

Dari sana terlintas untuk mengawinkan burung-burungnya, dan semuanya dia dapatkan secara otodidak dan bertanya kepada sesama pehobi burung murai. Tak disangka, usaha mengawinkan burung itu malah berkembang dan menghasilkan. Banyak  yang membeli anakan hasil penangkaran  Syamsul. Konsumen tahu bahwa indukan murai dari Syamsul  berkualitas. (Abdul Kholis)

Sumber: Vetnews.co


Post Terkait

Comments