Sekali Lagi, Waspadai Hairballs

Kucing dan hairballs bak sejoli yang tak bisa dipisahkan. Di mana ada hewan berbulu, di situ ada “bola rambut”. Dalam jangka waktu tertentu, si catty akan berusaha memuntahkan bulu-bulu mantel yang masuk ke perutnya.

Secara ilmiah, hairballs lebih sering disebut dengan Trichobezoars. Istilah tersebut berasal dari bahasa Persia yang berarti obat penawar. Penamaan ini bukanlah kebetulan belaka. Sebab, di abad pertengahan, hairballs memang dijadikan obat untuk penyakit epilepsi dan penawar racun.

Bahkan, di kala itu, orang-orang menghargainya setara emas. Zaman berubah, saat ini orang-orang menganggap hairballs sebagai suatu kotoran berbahaya dan menjijikkan.
Sebagaimana diketahui para pecinta kucing, hairballs merupakan kondisi yang disebabkan si catty menelan rambut saat ia menjilati tubuhnya. Rambut-rambut yang tak dapat dicerna tersebut, dalam jangka waktu tertentu, akan menumpuk dan menjadi gumpalan. Memang, tubuh kucing secara alami diciptakan dapat menghadapinya. Mereka dapat memuntahkan hairballs. Hanya saja, kondisi tersebut terkadang tak berjalan dengan baik, sehingga menyebabkan penyakit.

Gejala Alami

Musim semi atau setelah musim penghujan menjadi waktu bagi kucing mengalami hairballs. Sebab, kucing cenderung menggunakan bulunya tersebut untuk melindungi dirinya dari hawa dingin. Bulunya pun banyak yang rontok. Akibatnya, banyak bulu masuk ke dalam perut dan dimuntahkan sebagai hairballs di kala musim penghujan telah berakhir.

Meski demikian, kondisi tersebut tak berlaku bagi pengidap hairballs parah. Kucing yang berbulu sangat lebat dan tidak terawat dapat mengidap hairballs hingga memuntahkannya dua kali atau lebih dalam setahun. Namun, perlu digarisbawahi bahwa kucing yang muntah belum tentu mengalami hairballs. Bisa jadi ada indikasi medis lain seperti alergi ataupun gangguan pencernaan.

Penanganan

Mudah Jika si kucing peliharaan mengalami hairballs, tak perlu panik. Banyak obat yang dapat dibeli untuk menyembuhkannya. Cat lover juga bisa mengonsultasikannya
dengan dokter hewan. Selain itu, makanan mengandung serat tinggi juga dapat membantu penyembuhan hairballs.

Selain obat dan makanan, ada hal lain yang sangat penting dilakukan untuk si pus, yakni rutin memandikan kucing. Jika perlu, bawalah kucing kesayangan ke grooming profesional untuk menyikat dan memandikannya. Perawatan itu akan meminimalisasi kesempatan bulu rontok dan masuk ke pencernaan.

Namun, jika hairballs berukuran terlalu besar, pembedahan perut kucing perlu dilakukan. Hal ini pernah dialami seekor kucing Inggris bernama Gemma. Pada Januari 2012, Gemma mengalami pembedahan akibat hairballs sebesar dua kali bola kriket.

Saking besarnya, Gemma bahkan sampai tak dapat mencerna makanan. Awalnya dokter menyangka itu adalah tumor. Namun, setelah dibedah barulah diketahui bahwa pengganggu perut Gemma itu bukan lain adalah hairballs seberat 7,5 ons dan lebar 5 inci.

Rumput untuk Memuntahkan Hairball

Mitos atau Fakta? Cat lover pasti sering mendengar bahwa rumput bisa merangsang pencernaan kucing untuk memuntahkan hairballs. Benarkah demikian? Drh. Fauzi Rohman menuturkan bahwa hal tersebut adalah fakta. Kucing memang sering makan rumput untuk memuntahkan hairball. Rumput tersebut mengandung serat yang tidak bisa dicerna oleh kucing dan langsung dimuntahkan. Saat memuntahkan rumput itulah, hairballs juga terbawa. Bahkan, masih menurut drh. Fauzi, beberapa masalah pencernaan kucing bisa teratasi seiring dengan proses pemuntahan itu.

Namun, drh. Fauzi juga mengingatkan bahwa kucing tidak membutuhkan banyak rumput. Jika terlalu banyak rumput, efeknya justru kurang baik. Solusi terbaik mengatasi hairballs memang dengan berkonsultasi ke dokter hewan.

Hari Hairballs

Karena begitu banyaknya kasus hairballs, dibuatlah sebuah hari yang disebut National Hairballs Awareness Day. Hari yang diperingati setiap akhir bulan April ini ditujukan guna menumbuhkan kesadaran kepada para pecinta kucing untuk memperhatikan kucing mereka dan melakukan pencegahan hairballs.

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan cat lover ialah membersihkan segala tempat dari bulu rontok si kucing, memberi makan kaya serat, dan yang terpenting rutin memandikan kucing, bahkan jika perlu bawalah ke tempat grooming.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: catlovers.id)

 


Post Terkait

Comments