Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Anjing Kesayangan Diare

Anda yang memiliki anjing peliharaan pasti pernah mengalaminya, yakni ketika anjing mengalami diare. Hal ini tentu merepotkan, sekaligus mengkhawatirkan.

Namun, apa sebenarnya penyebab anjing diare? Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Pertama, Anda perlu mengenali dulu karakteristik kotoran anjing yang normal dan perbedaannya dengan ketika anjing mengalami diare.

"Kotoran anjing yang normal harus berwarna cokelat, berbentuk seperti kayu gelondongan, dan mudah diambil. Para ahli mengatakan, (kotoran anjing) harus terasa seperti adonan kue atau lilin permainan saat ditekan," kata American Kennel Club (AKC) seperti dilansir dari Woman's Day, Sabtu (21/11/2020).

Apa penyebab anjing mengalami diare?

Danielle Bernal, dokter hewan di Wellness Pet Food menyatakan, anjing dapat mengalami diare karena berbagai alasan. Akan tetapi, penyebab paling sering adalah karena sesuatu yang mereka makan.

"Ini termasuk makan sesuatu yang seharusnya tidak dimakan anjing, perubahan pola makan mendadak dari tidak secara bertahap beralih ke makanan baru atau alergi maupun sensitivitas terhadap makanan," kata Bernal.

Menurut Bernal, hal-hal berikut ini juga dapat menyebabkan anjing mencret atau diare.

  • Stres
  • Sedang dalam pengobatan atau antibiotik yang mengganggu perutnya
  • Parasit usus seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, coccidia, dan giardia
  • Virus seperti parvovirus, distemper, dan pertumbuhan berlebih dari bakteri berbahaya, seperti salmonella
  • Masalah medis yang mendasari seperti penyakit ginjal, penyakit hati, kanker, dan penyakit radang usus
  • Pola makan yang tidak normal, seperti makan terlalu banyak, makan sampah, atau makan makanan busuk
  • Tanaman atau zat beracun
  • Menelan benda asing yang tidak dapat dicerna

Bagaimana cara menanganinya?

Karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan anjing Anda mengalami diare, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mencari tahu penyebab utamanya sebelum dapat menentukan solusi yang tepat.

"Dengan begitu banyak penyebab yang dapat mengganggu sistem pencernaan anjing, seringkali sulit untuk mengasumsikan pendekatan satu ukuran untuk semua solusi," terang Bernal.

Ia menyarankan, mulailah dengan memikirkan kembali apa yang telah dimakan atau dilakukan anjing Anda dalam 12-24 jam terakhir. Apakah mereka memiliki kesempatan untuk makan sesuatu yang baru atau sesuatu yang seharusnya tidak mereka makan?

Adakah tanda-tanda klinis lain yang dapat menunjukkan sesuatu yang lebih serius. mendasari?

"Mengetahui riwayat ini adalah kunci untuk menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil," tutur Bernal.

Adapun Lisa Lippman, dokter hewan di New York City, menuturkan bahwa seringkali diare bersifat episodik dan sembuh dengan sendirinya.

"Jika berlangsung lebih dari sehari, dan tidak ada gejala lain, Anda dapat mencoba memberikan anjing sesuatu untuk dimakan yang sangat mudah dicerna, seperti suwiran daging ayam putih dan labu," ucap Lippman.

Bernal mengimbuh, Anda juga bisa mencoba memberi anjing makanan berupa ayam dan nasi rebus.

Gejala anjing mengalami diare

Lippman menjabarkan, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai dan segeralah bawa anjing ke dokter hewan ketika ada gejala berikut.

  • Diare berlangsung lebih dari satu atau dua hari
  • Kotoran disertai dengan darah
  • Anjing tampak lesu dan lemah
  • Anjing Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, dan muntah berlebihan yang menyertai diare
  • Jika diare disebabkan oleh parasit internal, pertumbuhan bakteri yang berlebihan, atau penyakit sistemik, diare akan terus berlanjut dan kemungkinan memerlukan perawatan medis.

Mencegah agar anjing terhindar dari diare

Lippman berpandangan, salah satu langkah untuk menjaga kesehatan pencernaan anjing adalah dengan memberi makanan berkualitas tinggi. Ini berarti makanan yang tinggi protein dengan bahan non-daging yang sehat.

"Diet yang kaya akan kualitas tinggi, bahan yang sangat mudah dicerna mendukung penyerapan nutrisi maksimum, jadi pilihlah makanan hewan dengan serat makanan tambahan, prebiotik dan jumlah probiotik yang dijamin dapat membantu mendukung mikrobioma mereka," jelas Bernal.

"Bagaimanapun, 70 persen dari sistem kekebalan tubuh anjing terletak di usus mereka, jadi mendukung kesehatan pencernaan mereka akan menjaga kekebalan dan pertahanan alami mereka tetap kuat," imbuhnya.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments