Penyebab Bulu Kucing Rontok Setelah Melahirkan

Kucing termasuk dalam jenis mamalia. Dimana salah cirinya adalah hamil dan melahirkan. Jika usia kehamilan manusia adalah 9 bulan 10 hari. Maka masa hamil kucing lebih pendek. Antara 58-67 hari atau sekitar dua bulan saja. Dalam satu kali masa kehamilan, kucing bisa langsung melahirkan hingga enam ekor sekaligus.

Tak heran, ketika kucing sudah melahirkan suasananya akan langsung riuh dengan suara anak-anak kucing. Setelah melahirkan ada beberapa ciri-ciri kucing.

Salah satunya, bulu kucing akan rontok dan terkadang hal ini jadi penyebab bulu kucing botak juga loh. Normalkah?

Sebenarnya bulu kucing rontok adalah hal yang alami karena memasuki fase pergantian bulu. Kucing membuang bulu-bulu yang sudah mati dengan cara menjilatinya.

Untuk kucing betina juga akan mengalami kerontokkan, terutama saat hamil. Bulu rontok tidak normal ketika jumlahnya lebih banyak bahkan sampai membuat kebotakan. Jika sampai ini terjadi, bisa jadi mengalami gejala Alopecia. Apa itu Alopecia? Ada dua faktor penyebab.

  1. Rontok karena reaksi fisik dari kucing itu sendiri
  • Alergi kutu: Salah satu ektoparasit ini ada di bulu dan kulit untuk selanjutnya mengambil nutrisi tubuh. Untuk kucing habis melahirkan yang kondisi kesehatannya belum terlalu stabil, akan langsung terkena dampaknya. Bulunya akan rontok seketika. Oleh karena itu, perlunya mengetahui cara menghilangkan kutu kucing yang tepat.
  • Alergi protein, seperti ikan, sapi dan ayam
  • Infeksi jamur: Bulu kucing yang panjang dan lembab rentan terkena jamur. Ditambah jika kondisinya lembab, akan membuat bulu mudah rontok.
  • Kelainan hormon.
  • Akibat gigitan kucing lain yang menimbulkan nanah, sehingga merangsang kerontokkan bulu.

Solusinya, harus segera cari tahu penyebab kerontokkan bulu kucing sebelum membawanya ke klinik atau dokter hewan. Pastikan semua data kesehatan kucingnya lengkap guna memudahkan dokter untuk melakukan analisa kondisi fisik kucing. Cari tahu juga cara merawat bulu kucing agar tidak terus-terus rontok.

  1. Rontok karena faktor luar

Penyebabnya antara lain:

  • Terlalu lama terbakar sinar matahari = Terlalu lama berada di luar juga tidak akan baik untuk kucing. Apalagi jika kucing itu habis melahirkan. Tentu membutuhkan tempat yang nyaman.
  • Stres = Bisa jadi karena terlalu sering di sisi, pasca operasi atau rasa tidak nyaman karena kehadiran orang atau hewan baru di rumah. Pastikan kebersihan rumah, tempat makan hingga tempat kotoran kucing.
  • Alergi pernafasan = Salah satunya dipicu karena terlalu sering menghirup asap rokok. Jadi, sebisa mungkin kucing tidak terlalu lama atau sering berada di lingkungan perokok. Apalagi kucing habis melahirkan, tentu lebih sensitif.
  • Reaksi obat = Sama dengan manusia. Kucing juga bisa alergi obat, karena tidak cocok. Bisa juga dari kesalahan vaksin, parasit bahkan makanan kucing.
  • Psychogenic = Kucing yang overly-groomed bisa membuatnya stres dan menjilati bulunya hingga rontok.
  • Kekurangan gizi = Kucing yang habis melahirkan, masih harus melalui fase menyusui. Nutrisi dari induk, diberikan kepada anaknya melalui air susu. Dan salah satu faktor bulu kucing rontok karena kekurangan vitamin A dan vitamin E. Padahal kedua vitamin ini sangat dibutuhkan dalam hal pembentukan bulu kucing.
  • Kelebihan Vitamin = Kucing habis melahirkan memang membutuhkan tambahan vitamin. Tapi jangan sampai berlebihan. Kucing yang kelebihan vitamin, kulitnya akan menjadi kering, mengelupas bahkan berkerak. Berikan saja secukupnya.
  • Salah produk mandi = Ini mungkin yang kurang diperhatikan pemilik. Saat memilih produk mandi terutama shampo, hindari yang berbusa banyak. Tingginya kadar detergen akan membuat kulit mudah iritasi, sehingga bulunya bertambah rontok. Apalagi kucing habis melahirkan itu jauh lebih sensitif dibandingkan kucing biasa.

Semoga makin menambah wawasan. (aks/berbagai sumber)


Post Terkait

Comments