Penyakit Kelinci Bisa Menyerang Manusia

Kelinci sudah lazim menjadi hewan piaraan karena kelucuannya. Kelinci juga termasuk hewan yang aman mudah untuk dirawat. Namun, kelinci juga bisa menyebarkan penyakit kepada manusia. Terlebih manusia yang kontak dengan kelinci dalam kondisi tidak fit atau kondisi tubuhnya lemah.

Kelinci dapat terserang penyakit akibat adanya infeksi dari parasit, bakteri dan agen penyakit lainnya. Misalnya, infeksi akibat parasit yaitu scabiosis yang disebabkan Ektoparasit Notoedres cati dan Sarcoptes sp.

Menurut dokter hewan Nimas Ayu, pengelola Pradika Rabbit di Surabaya, Jawa Timur, penyakit kelinci dapat menular ke manusia dengan kontak langsung dari kelinci yang berpenyakit scabiosis. Efeknya pada manusia akan terasa gatal yang sangat.

“Oleh sebab itu, seusai kontak dengan kelinci yang menderita scabiosis, maka pemilik wajib mencuci tangan dengan sabun atau dianjurkan memakai hand gloves,” kata Nimas.

Menurut drh. Nimas Ayu, ancaman penyebaran penyakit dapat diatasi apabila si pemilik melakukan berbagai pencegahan, antara lain dari aspek kelincinya.

“Dalam memilih kelinci yang akan diadopsi harus dalam kondisi benar-benar sehat dan cukup usia (minimal 2 bulan, red), selalu menjaga sanitasi kandang, memberikan pakan sesuai kebutuhan nutrisi dan tidak terkontaminasi mikro organisme, serta menjaga kelinci kesayangan kita agar tidak kontak dengan hewan lain yang sakit,” kata drh. Nimas.

Kemudian dari aspek si pemilik, setelah melakukan kontak dengan kelinci kesayangan jangan lupa untuk mencuci tangan agar tidak ada penularan penyakit dari kelinci ke pemilik hewan maupun sebaliknya.

Dan yang lebih penting adalah tanamkan pada diri si pemilik untuk tidak mencoba-coba mengobati kelinci dengan sistem asal atau perkiraan, karena dapat berakibat buruk saat itu juga maupun beberapa waktu setelah itu.

Jangan tunda untuk membawa kelinci kesayangan ke dokter hewan terdekat atau dokter hewan kepercayaan, agar segera mendapatkan penanganan medis. Selain itu, lakukan konsultasi mengenai penyakit tersebut dan perawatan yang perlu dilakukan oleh pemilik. (Abdul Kholis)

Sumber: Vetnews.co


Post Terkait

Comments