Pemilik Sering Salah Mengartikan Sikap Anjing, Ini Yang Terjadi

Bila anjing menggoyang-goyangkan ekor tandanya ia menyukai si pemilik? Bisa jadi betul. Tapi belum tentu. Anjing memberi tatapan pada pemiliknya pun belum tentu menyatakan kasihnya, bisa jadi hal lain yang ia sampaikan.

Intinya masih banyak pesan ‘rahasia’ anjing yang ia kirimkan melalui gerakan, yang sering kali ditangkap secara salah oleh pemilik. Kebanyakan pemilik berpegang pada arti umum yang dikandung oleh gerakan atau aktivitas tersebut, padahal ribuan makna bisa terkandung di dalamnya.

Gerakan ekor

Ekor dapat mengirim sekelompok sinyal emosional yang berbeda, tergantung pada gerakan. Misal, ketinggian ekor bisa berupa peringatan dari anjing agar seseorang menjauh darinya. Bahkan pada pemiliknya sendiri. Itu semacam suara dengan nada tinggi di ‘dunia manusia’.

Arah kibasan ekor pun tak selamanya kegembiraan, namun justru kecemasan. Maka saat mendekati anjing dengan ekor bergerak ke arah kiri, sebaiknya berhati-hati.

Demikian pula ketika akan mengenalkan anjing peliharaan pada orang lain, alih-alih menganggap anjing menyambut perkenalan eh malah menggigit karena gugup dan takut. Jangan salahkan anjing, karena ia sudah mengomunikasikan kondisi emosionalnya melalui ekor, namun manusia tak cukup mengerti.

Tatapan mata

Memang benar tatapan anjing mampu mengekspresikan cinta tanpa syarat yang mereka miliki. Di ‘dunia manusia’ tatapan mata atau eye contact diartikan sebagai keintiman dan keramahan, dalam konteks tertentu pun anjing melakukannya.

Namun dalam situasi lain anjing dapat mengasosiasikan tatapan mata seseorang sebagai suatu ancaman, karena begitulah yang terjadi di ‘dunia anjing’, mereka bisa melakukan intimidasi terhadap sesamanya dari tatapan mata.

Bila membalas tatapan tersebut berarti menantang mereka., sehingga justru mereka sering menghindari hal tersebut. Maka dalam arahan Cesar Millan, seorang Dog Whisperer, ia melarang orang melakukan eye contact pada anjing yang belum dikenal.

Menguap

Salah satu tanda anjing mencintai adalah ikut menguap saat pemiliknya menguap, menandakan empati yang mereka miliki. Atau fakta lain yang lumrah adalah mereka memang benar-benar mengantuk.

Tetapi menguap juga merupakan ‘pesan’ yang disampaikan anjing ketika mereka merasa tidak nyaman atau takut atas situasi tertentu, mereka berusaha menenangkan diri dengan cara tersebut. Boro-boro mengantuk, mereka justru membutuhkan sang pemilik untuk memberi ketenangan.

Menarik tali kekang

Saat diajak jalan-jalan dan anjing menarik tali kekang untuk berjalan duluan seolah mencerminkan kegembiraan anjing bermain bersama pemiliknya, bukan? Padahal bukan sama sekali. Hal tersebut terjadi akibat anjing tak mengerti penggunaan tali kekang, dan dominasi kebersamaan.

Anjing dilahirkan dengan dominasi sang induk, tanpa tali kekang tentunya. Maka saat bersama manusia, pemilik sepatutnya melatih mereka akan kegunaan tali kekang serta dominasi manusia sebagai pemilik. Meski disebut tali kekang, bukan berarti mengekang anjing, karena penggunaannya pun bukan untuk menarik-naik anjing atau sebaliknya. Tali kekang sekedar kelengkapan keselamatan pada anjing, juga pada lingkungan sekitar.

Senyuman

Manusia tersenyum sudah pasti menunjukkan keramahan. Tidak dalam bahasan senyum kecut, senyum sinis dan sebagainya yaa.. Senyum dalam arti umum adalah kegembiraan.

Tapi tidak demikian dengan anjing, senyuman merupakan hal normal atau biasa pada anjing yang diasumsikan oleh manusia ke dalam dunia manusia sebagai ekspresi kegembiraan.

Mulut terbuka anjing bisa saja aktivitas pendinginan tubuh, dimana kondisi saat itu anjing memiliki gejolak emosional yang mungkin mereka memang sedang senang, atau justru mereka dalam keadaan takut ataupun marah. Salah menduga malah bisa runyam akibatnya.

Semoga bermanfaat. (aks/berbagai sumber)

 

 


Post Terkait

Comments