Menjelang Disembelih pun, Ayam Tidak Boleh Stres

Mengonsumsi daging ayam sudah merupakan menu sehari-hari banyak masyarakat. Sebab, daging ayam bisa dijadikan berbagai makanan olahan, seperti ayam goreng sampai nuget.

Karena itu, konsumsi ayam tidak pernah menurun, apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan. Sekali pun harganya melambung tinggi, namun permintaan daging ayam jarang sekali menyusut.

Namun, bagaimana ayam-ayam itu harus disembelih? Prinsip kesejahteraan hewan sebagaimana banyak ditekankan salah satunya organisasi kesehatan hewan dunia (OIE), ternyata  tidak boleh diabaikan oleh juru sembelih dan rumah potong unggas (RPU).

Misalnya, seperti diutarakan oleh  Irwan Oswari, Direktur Bisnis PT Matahari  Abadi Pangandindo, RPU di Cakung, Jakarta Timur. Menurut Irwan, ayam-ayam yang akan disembelih harus dipuasakan selama  8 jam. 

“Tujuannya untuk membersihkan badan ayam terutama yang ada di usus, agar keluar semua,” katanya, saat berbincang dengan VETNEWS.CO, di Gedung Sarinah, Jakarta, kemarin, Selasa (12/01).

Setelah selesai menjalani puasa, ayam kemudian dibawa ke tempat pemotongan dengan cara digantung. Nah, saat ayam kelepek-kelepek tidak boleh langsung dipotong, tapi harus dipingsankan dulu. Caranya dengan disetrum oleh aliran listrik tegangan rendah, sekitar 90 watt.

“Supaya ayam tidak stress,” kata Irwan.

Sertifikat MUI

Ayam juga dikarantina dulu sebelum disembelih. Ayam yang tidak sehat akan segera dikeluarkan. Salah satu ciri ayam tidak sehat, yaitu saat digantung akan disembelih, gerakannya tidak aktif. Maka ayam itu akan dikeluarkan.

Ayam juga harus mencapai bobot ideal sebelum disembelih, biasanya tiga bulan harus sudah mencapai bobot yang diharapkan. 

Sementara para juru sembelih harus memiliki sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai salah satu syarat. Para juru sembelih itu harus melaksanakan tugas dengan baik, seperti berdoa sebelum menyembelih.

Bahkan, kata  Yulius Wahyu, Ketua Kelompok Peternak Ayam Berkat Usaha Bersama, para juru sembelih tidak boleh menggunakan perhiasan saat bekerja. 

“Para juru sembelih itu, untuk mendapatkan sertifikat harus diwawancarai dulu oleh MUI,” katanya.

Selain itu, sebagai salah satu syarat wajib, setiap RPU yang sudah memiliki sertifikat MUI dan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), serta harus menyediakan ruang bersih dan ruang kotor.

Namun, dalam proses pengangkutan dari peternak, dari luar Jakarta, ada saja ayam yang mati karena berdesakan. Menurut Irwan, jumlahnya tidak menentu, tapi bisa mencapai 100 ekor dalam 12 truk atau 18 ribu ekor ayam. Jumlah tersebut setara dengan 30 ton daging ayam. (Abdul Kholis)

Sumber: Vetnews.co

Foto ilustrasi : foto.tempo.co


Post Terkait

Comments