Mengenali Bahasa Tubuh Kucing

Meski tidak bisa berkomunikasi langsung, namun kucing sebenarnya cukup aktif menginformasikan keadaan dirinya pada manusia. Sayangnya, banyak yang tidak mengerti bahasa tubuh mereka. Yuk kenali cara mereka ‘berbicara’.

Ketertarikan: Tubuh tenang dan kalem, mata berbinar
Ingin berteman: Ekor ke atas, wajah tenang
Penuh perhatian: Duduk tinggi dengan melingkarkan ekor
dan mata membulat
Santai: Memiringkan tubuh sambil berbaring
Nyaman: Tubuh terlentang, kadang beberapa kucing
senang perutnya dibelai
Ingin disapa dan tenang: Duduk tinggi dengan
melingkarkan ekor dan mata mengejap
Puas dan senang: Meliukkan tubuh sambil berbaring,
mata kadang mengejap
Waspada/hati-hati: Badan kaku, posisi tegak dengan empat kaki,
telinga berdiri
Bermain: Kaki depan menggapai obyek tertentu
Senang: Menggarukkan kedua kaki depan ke obyek
tertentu
Menyatakan kepemilikan: Menempelkan tubuh ke obyek
yang dianggap ia miliki, bahkan pada manusia
Cemas: Tubuh tidak tegak seperti merunduk dengan ekor
ke bawah
Memburu: Gerakan tubuh mengendap-ngendap
Gelisah: Duduk dengan kedua kaki dan membulatkan
tubuh, mata membulat
Takut: Duduk dengan kedua kaki dan membulatkan tubuh,
telinga dan kumis menurun, mata redup
Terganggu: Mengeluarkan suara seperti mendesis, biasanya
posisi duduk dengan empat kaki, mengusir obyek pengganggu dengan kaki depan,
dan telinga turun
Sangat takut: Melengkungkan tubuh dengan telinga dan
ekor turun, biasanya sambil berjingkat menjauhi obyek yang ditakuti
Marah, siap menyerang: Melengkungkan tubuh, semua bulu
berdiri, biasanya sambil berteriak
Jengkel, kesal: Menggerakkan ekor dengan cepat ke kiri
dan kanan
Tidak suka: Mendadak menjauhkan wajah dari obyek yang
tidak disukainya 

Semoga informasi ini bermanfaat. (aks/berbagai sumber)


Post Terkait

Comments