Mengatasi Gagal Bunting Pada Sapi Potong

Salah satu parameter keberhasilan pengembangan sapi potong adalah induk sapi dapat menghasilkan anak setiap tahun. Tetapi pada kenyataannya , banyak sekali masalah yang dihadapi di tingkat peternak.

Pada umumnya ternak sapi yang dimiliki petani beranak setiap 2 tahun sekali atau bahkan sudah dipelihara selama 5 tahun tidak menghasilkan pedet (anak sapi).

Pada umumnya sapi yang bermasalah ini adalah sapi yang dipelihara secara intensif dan dikawinkan dengan cara inseminasi buatan. Keberhasilan Inseminasi buatan banyak ditentukan oleh pengamatan peternak dan ternaknya sendiri. Sebelum memutuskan seekor sapi bisa bunting atau tidak, maka harus diperhatikan beberapa hal :

1. Diobservasi terlebih dahulu apakah pakan yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan tubuh sapi atau belum. Pakan yang cukup ditandai dengan adanya sisa pakan yang terdapat pada tempat pakan pada keesokan harinya.

 2.  Diperiksa saluran reproduksi induk sapi, normal atau tidak
Jika langkah nomor 1 dan nomor 2 normal, dan sapi induk belum bunting, maka cara yang tepat untuk mengatasi masalah kesulitan bunting pada sapi adalah dengan mengawinkannya dengan pejantan sapi (kawin alam). Perkawinan dengan pejantan (kawin alam) terbukti keberhasilannya sangat tinggi karena deteksi pejantan sapi lebih tinggi.

 3. Cara perkawinannya adalah sebagai berikut :

    • Bila pemeliharaannya intensif, maka pejantan dibawa ke kandang betina yang bermasalah. Setelah 2 bulan, untuk mengetahui kebuntingan betina dilakukan palpasi rectal (pemeriksaan kebuntingan).
    • Jika pemeliharaan secara ekstensif maka perbandingan betina : jantan dalam satu areal 30 : 1 (Dikman et al, 2007). Setelah dua bulan, betina di dalam satu areal tersebut dipalpasi rectal untuk mengetahui kebuntingan. Jika terbukti bunting, maka sapi betina yang bunting dipisahkan dari kelompoknya dan dipelihara dalam kandang tersendiri.

Satu hal lagi yang perlu dilakukan oleh peternak supaya ternak dapat berproduksi dengan baik, yaitu adanya ikatan batin terhadap ternak dengan cara melakukan pemeliharaan dengan sepenuh hati dan ternak diajak berkomunikasi setiap kali ada kesempatan.

Jika menunjukan perhatian yang tulus. Ternak juga akan memberikan respon yang tulus dengan dihasilkannya produktifitas yang tinggi.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kaltim.litbang.pertanian.go.id)


Post Terkait

Comments