Manajemen Kandang Bagi Kesehatan Ayam

Sudah banyak diketahui bahwa kadar amonia yang tinggi dalam kandang, menjadi sumber penyakit bagi ayam. Karena itu, dibutuhkan solusi dengan cara pemeliharan kandang yang tepat, selain pemberian obat dan vitamin. Pemeliharaan kandang dan vitaman bermanfaat  untuk mengatasi kasus infeksi penyebab feces basah, misalnya.

Menurut Dayat Hermawan dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, cara ini juga dilakukan untuk mengatasi infeksi penyakit, seperti koksi-diosis, colibacillosis, dan lain-lain. Memang, keberhasilan pengobatan ini sangat dipengaruhi oleh ketepatan diagnosa. Jika perlu, lakukan uji laboratorium untuk memastikan diagnosa.

Bukan hanya itu, pastikan juga kualitas ransum yang sesuai. Utamanya adalah kadar garam dan protein kasar.

“Sesuaikan kadar garam dan protein kasar sesuai kebutuhan ayam. Selain itu, pastikan asupan ransumnya juga sesuai standar kualitas ransum. Bisa saja kualitas ransum ayam sudah sesuai, tetapi karena feed intake yang berlebihan menyebabkan garam dan protein kasar terlalu berlebih,” katanya.

Selain itu, kata Dayat, perlu diperhatikan juga manajemen litter (alas kandang) yang baik. Manajemen litter ini dimulai dari pemilihan bahan litter yang berkualitas (kering, tidak berdebu, mampu menyerap air secara optimal) dalam jumah yang cukup (tidak terlalu tipis).

Feces dan litter

Seringkali yang terlupakan ialah pengaturan ketebalan litter. Setidaknya ketebalan litter pada saat chick in (anak ayam) adalah  8-12 cm dengan tujuan agar DOC (days old chicken)  lebih hangat, feces (kotoran) lebih kering dan litter tidak mudah menggumpal.

Pada tiga hari setelah chick in, lakukan pembolak-balikan litter secara teratur setiap 3-4 hari sekali. Jika litter basah dan menggumpal dalam jumlah sedikit, tempat minum dan di depan pintu segera ambil dan ganti dengan yang baru. Tetapi jika jumlah litter yang menggumpal banyak, alangkah lebih baik jika ditambahkan litter baru.

Jangan lupakan kepadatan kandang yang ideal. Per satu meter persegi untuk ayam pedaging dewasa ialah 6-8 ekor dan ayam petelur  8-10 ekor. Pada masa awal (brooding) lakukan pelebaran sekat kandang secara teratur sesuai pertumbuhan ayam sampai seluruh kandang ditempati.

Atur juga sirkulasi udara  dengan memperhatikan manajemen buka-tutup tirai, penggunaan antai slat (panggung), mengatur jarak kandang, dan juga penambahan blower atau fan (kipas).

Yang perlu diperhatikan ialah angin yang mengenai tubuh ayam langsung dan kecepatannya sebaiknya tidak lebih dari 2,5-3,0 m/detik untuk ayam dewasa atau kurang dari  0,3-0,6 m/detik. (Abdul Kholis)

sumber: Vetnews.co

Foto ilustrasi : omkicau.com


Post Terkait

Comments