Ketua Umum PB PDHI Resmi Raih Gelar Doktor

 Sosok dokter hewan yang satu ini memang tak asing lagi di kalangan koleganya. Ia dikenal cukup aktif dalm berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia kedokteran hewan. Pun dalam berorganisasi, dokter hewan senior yang satu ini terbilang aktif.

Dialah drh. M. Muanwaroh, M.M., Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI). Selama menjadi dokter hewan, banyak hal yang ia cermati, termasuk (salah satunya) penyakit hewan kesayangan, kucing.

Dengan tingginya populasi kucing di Indonesia dan nilai ekonomi kucing sebagai hewan piaraan terutama untuk kucing ras dan didasarkan atas keprihatinan tingginya kasus infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV) pada kucing yang mencapai 25 – 90%, maka permasalahan FPV masih menjadi hal yang menakutkan bagi para dokter hewan dan penghobi kucing.

Saat ini Indonesia masih mempunyai keterbatasan dalam hal belum mampunya dalam memproduksi kit diagnostik baik berbasis gen ataupun protein serta ketersediaan vaksin yang masih tergantung dari produk impor sehingga ketersediaannya di lapangan terkadang juga tidak stabil, menjadikan permasalahan tersendiri bagi para dokter hewan praktisi.

Atas dasar keprihatinan-keprihatinan tersebut, maka drh. Muhammad Munawaroh, MM. yang juga menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB-PDHI) tertarik meneliti Faline Panleukopenia Virus dan menuangkannya dalam desertasi doktoral yang berjudul “Karakterisasi Fragmen Gen VP1 Pada Feline Panleukopenia Virus (FPV)” di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh dan Ko-Promotor Prof. Dr. Aulianni’am, drh., DES.

Ujian Tahap Akhir atau Ujian Tahap II (Terbuka) dilaksanakan secara daring pada hari Kamis, 21 Januari 2021 dipimpin oleh ketua sidang Prof. Dr. Mirni Lamid., drh., MP (Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga), dan dihadiri oleh Promotor, Ko-Promotor, Ketua Program Studi S3 Sain Veteriner, Prof. Dr. Lucia Tri Suwanti, drh., MP. serta komisi penguji antara lain; Prof. Dr. Setiawan Koesdarto, drh., M.Sc., Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., Prof. Dr. Ir. Sri Hidanah, MS., Prof. Dr. Pudji Srianto, drh., M.Kes., Dr. Eka Pramyrtha Hestianah, drh., M.Kes., Dr. Hani Plumeriastuti, drh., M.Kes. dan Dr. Mufasirin, drh., M.Si.

Secara umum pelaksanaan sidang Ujian Tahap II (Terbuka) berjalan dengan lancar dan komisi penguji menyatakan puas atas hasil penelitian disertasi dan temuan baru yang dikemukakan oleh oleh promovendus drh. Muhammad Munawaroh, MM.

Oleh karena itu berdasarkan hasil rapat komisi penguji, menyatakan promovendus drh. Muhammad Munawaroh, MM. dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar “Doktor”.

Drh. Muhammad Munawaroh, MM. merupakan Doktor ke-13 lulusan Program Studi S3 – Sain Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Promovendus drh. Muhammad Munawaroh, MM, ada beberapa temuan baru diantaranya adalah ditemukanya sekuens nukleotida pada gen VP1 dan VP2 pada lokasi C5T, A95G, A173G dan G435T serta ditemukan pula perubahan pada asam amino dari translate basa nukleotida (A50T dan G115V) pada fragmen VP1.

Temuan lain dari penelitian promovendus adalah pemetaan kekerabatan (philogenetic tree) dari FPV yang menginfeksi kucing di RSH FKH UB. Dari temuan ini drh. Munawaroh berharap hasil penelitiannya dapat dikembangkan sebagai pijakan awal untuk pengembangan vaksin maupun kit diagnostik yang berbasis dari isolat lokal, sehingga akan tercapai kemandirian bangsa Indonesia di bidang Vaksin dan kit diagnostik untuk penyakit-penyakit pada kucing.

Selain itu, drh. Munawaroh juga berpesan kepada kolega dokter hewan di seluruh Indonesia bahwa saat ini di Indonesia masih sangat terbatas sekali ketersediaan tenaga dokter hewan ahli bergelar Doktor, sehingga beliau menjadikan dirinya sebagai role model sekaligus trigger bagi kolega-kolega dokter hewan di seluruh Indonesia.

Diharapkan para dokter hewan untuk bersedia meningkatkan kompetensi pendidikan akademik hingga jenjang S3 (Doktor). Selamat dan sukses kepada doktor baru Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM. semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat. (aks/sumber: FKH UNAIR).


Post Terkait

Comments