Kenali Penyebab Utama Kucing Kencing Darah

 Mendapati kucing peliharaan yang mengeluarkan darah saat buang air kecil atau kencing tentu membuat pemiliknya terkejut dan khawatir.

Darah dalam urine kucing tentu bukan hal normal atau biasa dan harus segera mendapat perawatan medis. Kucing kencing darah atau darah pada urine kucing dikenal dalam dunia medis dikenal dengan istilah hematuria.

Hal ini dapat disebabkan oleh kelainan pada saluran kemih, bahkan adanya penyakit yang dialami kucing, yang dapat mempengaruhi saluran kemih atau ginjalnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini tiga penyebab kucing kencing darah dilansir dari laman Pets Best

Infeksi saluran kemih

Pada kucing yang sudah berusia tua dengan penurunan fungsi ginjal, urine yang terdapat darah bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih bakteri. Hal ini umum dialami kucing yang sudah tua.

Sementara itu, kucing yang muda dengan fungsi ginjal yang sehat hampir tidak pernah mengalami infeksi saluran kemih ini karena urine mereka sangat pekat sehingga pertumbuhan bakteri tidak dapat terjadi.

Pada kucing yang lebih tua dengan urine yang lebih encer, infeksi saluran kemih dapat terbatas pada kandung kemih atau dalam kasus yang lebih serius, dapat melibatkan satu atau kedua ginjal.

Ketika ada infeksi ginjal, kucing akan sering menunjukkan penurunan berat badan dan nafsu makan yang buruk. Darah yang terlihat dalam urine adalah tanda bahwa infeksi mungkin telah terjadi lami. 

Sebab, pada infeksi awal yang ringan, adanya darah dalam urine hanya bisa dilihat menggunakan mikroskopis.

Tanda-tanda lain dari infeksi saluran kemih meliputi peningkatan rasa haus, peningkatan frekuensi buang air kecil, serta keinginan untuk terus membuang air kecil.

Untungnya, infeksi saluran kemih bakteri biasanya dapat dibersihkan dengan terapi antibiotik yang tepat. Dalam kasus infeksi ginjal, antibiotik perlu diberikan setidaknya selama empat hingga enam minggu. 

Kristal dalam urine

Pada kucing yang lebih muda penyebab umum urine berdarah adalah adanya kristal dalam urine (kristaluria). Ketika tidak terdiagnosis dan tidak diobati, kristal ini dapat menyebabkan penyumbatan uretra pada beberapa kucing jantan.

Karena mereka tidak dapat buang air kecil melalui uretra yang tersumbat, hal ini menimbulkan keadaan darurat medis, yang dengan cepat menyebabkan gagal ginjal, bahkan kematian dalam waktu 48-72 jam.

Pada kucing betina dan beberapa kucing jantan, kristal mineral dalam urine (biasanya kalsium oksalat atau struvite) dapat menyebabkan pembentukan batu, tetapi bukan penyumbatan uretra. 

Batu-batu ini dapat ditemukan di ginjal, ureter (saluran penghubung antara ginjal dan kandung kemih) atau di kandung kemih. Batu tidak hanya menyebabkan darah dalam urine, tetapi juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih kronis atau berulang.

Jika batu menghalangi ureter, kehilangan ginjal "hulu" dapat terjadi. Untungnya, batu ureter relatif jarang. Kristaluria dan batu dapat diatasi dengan diet khusus.

Dalam kasus batu kalsium oksalat, diperlukan pembedahan untuk menghilangkan batu karena tidak dapat dilarutkan dengan diet pelarutan struvite. 

Sistitis interstisial

Selanjutnya, penyebab kucing kencing darah adalah sistitis interstisial. Selain urine berwarna darah, tanda dari penyakit ini juga dapat dilihat dari peningkatan frekuensi buang air kecil dan perilaku mengejan saat memnuang air kecil.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dapat dilakukan dengan menyingkirkan kristaluria, batu saluran kemih, dan infeksi saluran kemih melalui analisis urine, kultur urine, dan radiografi abdomen (rontgen) atau ultrasound. 

Hal ini dikelola dengan modifikasi diet serta meningkatkan makanan kaleng guna meningkatkan hidrasi kucing. Dengan demikian, dapat menurunkan konsentrasi urine kucing. 

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments