Kenali Penyebab Anak Kucing Diare dan Cara Mengatasinya

Apakah anak kucing terlihat lemas dan mencret saat buang air besar? Besar kemungkinan anak kucing peliharaanmu sedang mengalami diare.

Saat anak kucing mengalami diare, mereka akan kehilangan nafsu makan bahkan muntah sehingga membuat tubuhnya lemas.

Seringkali kita mengira jika diare disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh kucing. Namun sebenarnya banyak sekali penyebab diare yang mungkin dialami kucing, salah satunya ialah infeksi pada saluran pencernaan.

Melansir dari Daily Paws, Jumat (18/2/2022),berikut ini penyebab kucing mengalami diare dan tanda-tanda yang perlu kamu waspadai.

Alasan kucing mengalami diare

Umumnya orang berfikir jika perubahan jenis makanan dapat menyebabkan anak kucing mengalami diare.

Namun menurut Lauren Demos, BVMS, Hons, DABVP (Feline), kepala petugas hewan untuk koresponden Pettable and Top Vets Talk Pets, ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan anak kucing mengalami masalah pencernaan hingga diare.

Menurut Demos hanya 5% kemungkinan diare disebabkan oleh asal makan, karena di alam liar pun kucing memakan segala macam hal seperti burung, ular, kelinci dan sebagainya.

Meskipun kucing adalah pemakan segala, ada satu jenis makanan atau minuman yang bisa membuat kucing diare yaitu susu sapi.

Menurut Blue Pearl Specialty and Emergency Pet Hospitals, meskipun anak kucing minum susu sapi, saluran pencernaan mereka tidak dapat mencerna susu sapi. Selain susu sapi beberapa hal lain yang menyebabkan kucing diare adalah:

  • Parasit dan cacing usus
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi virus, salah satu virus yang ganas adalah panleukopenia
  • Cacat pada kolon dan rektum

Tanda kucing mengalami diare

Kamu bisa memperhatikan perubahan bentuk dan warna feses anak kucing ntuk memastikan kucing mengalami diare atau tidak.

Menurut Demos, kotoran anak kucing yang normal itu memiliki tekstur lembut tidak seperti kucing dewasa yang keras.

Tetapi jika kotoran anak kucing Anda selalu tidak berbentuk dan lembek atau cair, maka itu adalah diare.

Warna kotoran anak kucing yang normal adalah coklat tua hingga coklat muda. Sebaiknya waspada jika kotoran kucing berubah menjadi warna merah dengan darah, hitam bahkan hijau.

Waktu yang tepat untuk menemui dokter hewan

Kamu tidak perlu khawatir jika anak kucing tetap berperilaku normal saat diare, kamu bisa menunggu 1 hingga 2 hari untuk menemui dokter.

Namun diare pada anak kucing dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius, terutama jika anak kucing juga mengalami hal berikut ini:

  • Muntah
  • Lesu
  • Kehilangan selera makan
  • Kotoran yang berwarna merah, hitam atau hijau
  • Terdapat garis putih atau bintik-bintik pada kotoran
  • Darah pada feses
  • Perubahan perilaku

Jika anak kucing mengalami diare dan gejala tambahan seperti diatas, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan agar anak kucing segera ditangani.

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments