Kenali Makanan Elang yang Paling Baik

Memelihara burung elang menjadi salah satu hobi yang sedang banyak diminati belakangan ini. Memilih makanan burung elang juga harus diperhatikan dengan baik. Sebab, burung yang dikenal sebagai predator paling ganas dan berada di atas rantai makanan ini terbiasa berada di alam bebas untuk memburu makanan mereka sehari-hari.

Sehingga saat dipelihara, tentunya tidak bisa sembarangan memberikan makanan pada burung elang Jawa, Emas, dan lainnya. Apalagi predator berparuh runcing dan kuat ini memang harus cukup ketat dalam pemeliharaannya, termasuk dalam urusan makanan agar tidak mudah sakit.

Daftar Makanan Burung Elang yang Dipelihara

Melatih burung elang yang dipelihara untuk makan dengan cara yang tidak biasa dilakukan memang butuh keahlian dan kesabaran khusus. Elang adalah hewan karnivora, sehingga makanan utamanya berupa daging hewan.

Akan tetapi, Sobat Pintar juga bisa mengombinasikan daging yang diberikan agar bervariasi dan vitamin serta nutrisi yang didapatkannya juga beragam. Burung elang tidak perlu makan setiap hari, kamu bisa memberikannya dua hari sekali.

Selain itu, karena burung elang tidak diberi kandang seperti burung peliharaan pada umumnya, maka makanan bisa diberikan di tempat makan khusus atau yang lebih baik adalah memberinya secara langsung, seperti menyuapi.

Makanan burung elang yang bisa diberikan bisa dengan mudah ditemukan di mana saja, yang terpenting adalah menjaga kesegaran dan kebersihannya sebelum diberikan.

1. Daging unggas

Agar burung elang selalu sehat dan tidak mudah terserang penyakit, tentunya dibutuhkan nutrisi yang cukup dari makanan. Daging yang bisa diberikan umumnya adalah daging unggas. Misalnya seperti daging burung merpati atau daging ayam yang kaya protein.

Kemudian daging bebek yang cocok untuk semua jenis burung elang. Akan tetapi, jangan terlalu banyak memberikan daging bebek. Hal ini disebabkan kandungan lemak di dalamnya yang tinggi bisa membuat burung elang lesu.

Burung elang Emas, salah satu burung elang terbesar yang ada di Indonesia biasanya sering memburu daging burung atau unggas.  Alternatif lainnya, kamu bisa memberikan burung pipit atau burung gereja sebagai kombinasi pakan burung elang. Burung ini cukup mudah didapat, terutama di pasar burung terdekat. Harganya pun cukup murah, sekitar seribu rupiah untuk satu ekor.

2. Serangga dan ulat

Melihat harga burung elang yang cukup tinggi di pasaran tentu membuat kita berpikir harus selalu memberinya makanan yang berkualitas tinggi pula. Padahal, burung elang tidak selalu makan daging. Terlebih lagi jika kamu merasa cukup keberatan dengan pengeluaran untuk daging tiap harinya.

Kamu bisa menggunakan pakan lain seperti serangga, hewan-hewan kecil, ataupun ulat dan cacing. Serangga yang umum diberikan untuk burung elang adalah jangkrik atau kecoa. Untuk ulat atau cacing, umumnya diberikan cacing putih.

Akan tetapi apabila kamu memutuskan untuk memberikan cacing putih, harus berhati-hati. Karena cacing putih mengandung zat kapur yang cukup tinggi. Hal tersebut tentunya tidak cukup baik untuk kesehatan burung elang tersebut karena bisa menurunkan vitalitasnya.

3. Daging ikan

Nggak hanya daging unggas yang bisa kamu berikan, namun juga serangkaian daging ikan segar bisa digunakan sebagai alternatif maupun kombinasi makanan burung elang. Ada beberapa jenis burung elang yang mangsa utamanya adalah ikan, misalnya seperti jenis elang Botak (Bald Eagle).

Ikan yang bisa diberikan bermacam-macam, misalnya ikan salmon, ikan haring (ikan herring), atau ikan lele. Porsinya bisa disesuaikan sendiri sebagai kombinasi. Daging ikan bisa berlaku sebagai tambahan nutrisi yang bisa diselingi dengan pemberian vitamin B1. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pemberian daging ikan sebaiknya tidak terlalu sering, sebab bisa berisiko membuat burung elang mati.

4. Daging lainnya

Walaupun makanan utama burung elang memang daging, tapi jika kamu memberi elang makanan yang itu-itu saja pasti nutrisinya bisa menjadi kurang. Oleh karena itu, kamu perlu mengombinasikannya dengan makanan lain. Misalnya daging hewan lainnya.  

Misalnya daging kelinci atau daging burung puyuh. Daging burung puyuh memiliki kandungan lemak yang rendah. Daging burung puyuh sangat dianjurkan untuk anakan burung elang yang berusia 6 minggu sampai 8 minggu. Untuk burung elang dewasa tidak perlu terlalu sering memberikannya.  

Daging lainnya seperti daging kambing, sapi, atau tikus putih utuh juga bisa diberikan sebagai selingan.  Semoga bermnfaat.(aks/sumber: www.petpintar.com)


Post Terkait

Comments