Karakter Bunglon yang Perlu Anda Tahu Sebelum Memeliharanya

Apakah Anda tertarik memelihara bunglon atau Chameleonidae? Hewan peliharaan satu ini memang mempesona lantaran bisa mengubah warna menangkap mangsa dengan lidahnya yang panjang dan lengket.

Caranya menggerakkan matanya secara independen satu sama lain membuat pecinta hewan tertarik memeliharanya.

Perlu diketahui, hewan reptil eksotis ini memiliki habitat unik.

Belum lagi kebutuhan makan yang membuatnya lebih sulit dirawat daripada hewan peliharaan kecil lainnya seperti kadal dan hamster.

Melansir dari The Spruce Pets, Rabu (22/12/2021), berikut 5 karakter bunglon yang perlu Anda ketahui sebelum memeliharanya.

  1. Bunglon tidak suka dipegang

Bunglon adalah hewan penyendiri yang tidak suka banyak dipegang atau ditemani. Untuk itu, dalam kebanyakan kasus, sangat penting hanya menampung satu bunglon dalam satu kandang guna mencegah perkelahian dan stres, terutama bunglon jantan.

Bunglon adalah hewan yang agak tenang ketika dalam pengaturan soliter, tapi hewan reptil ini bergerak lambat dan menarik untuk ditonton.

Bunglon juga tidak terlalu vokal terhadap situasi yang tidak disukainya. Ketika stres, kemungkinan besar bunglon akan membuka mulutnya, tetapi tidak menyerang atau menggeliat.

Dengan mempelajari kebiasaan dan sifat bunglon, dapat membantu Anda membaca tanda-tanda kesusahan atau kebahagiaan bunglon dengan benar.

  1. Bunglon butuh kandang khusus

Bunglon hidup di pepohonan. Artinya, kandang bunglon harus tinggi dan memiliki banyak cabang dan tanaman untuk menyediakan dedaunan lebat bagi bunglon seperi di habitat aslinya.

Hal ini juga membantu bunglon merasa aman, menawarkan kesempatan menjelajah dan bersembunyi, serta meminimalkan stres.

Idealnya, kandang bunglon harus tinggi dan diposisikan lebih tinggi seperti di atas meja untuk membantu bunglon mendapatkan tempat yang disukai.

  1. Kandang harus rutin dibersihkan dengan baik

Untuk menjaga bunglon tetap sehat dan bahagia, Anda perlu membersihkan kandangnya setiap hari dan pembersihan mendalam setiap minggu dan tahun.

Untuk pembersihan harian, buang serangga atau kotoran yang mati dan bersihkan area kandang yang membandel.

Setiap minggu, bersihkan kandang secara lebih menyeluruh, termasuk membersihkan tanaman dan cabang di dalam kandang dengan cepat.

Sementara itu, untuk pembersihan tahunan, pindahkan bunglon ke tempat yang aman sehingga dapat membongkar kandang sepenuhnya.

  1. Bunglon membutuhkan makanan hidup dan gerimis biasa

Sama dengan kandang mereka yang harus sedekat mungkin dengan habitat alami, demikian juga makanan dan persediaan air.

Bunglon memakan serangga hidup seperti jangkrik, ulat tepung, atau ulat lilin. Selain itu, Anda juga perlu membersihkan serangga dengan suplemen untuk memastikan bunglon mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat.

Sedangkan untuk air, bunglon minum dari tetesan air yang mengembun di daun. Karena itu, gerimis secara teratur diperlukan untuk memastikan bunglon terhidrasi dengan baik. Ini bisa dilakukan dengan tangan dan menggunakan alat.

  1. Bunglon bisa mudah merasa stres

Bunglon sangat rentan terhadap stres, tetapi kecemasan tersebut sering kali diabaikan. Sangat penting memahami kapan bunglon merasa cemas karena stres yang tinggi dapat membuat bunglon lebih rentan terhadap penyakit.

Bunglon betina dapat rentan terhadap stres ekstra dari bertelur dan lebih rentan terhadap penyakit. Sebaliknya, bunglon jantan biasanya hidup lebih lama.

Tak hanya itu, Anda juga harus meminimalkan penanganan dan perubahan lingkungan.

Sebaiknya membeli bunglon yang dibesarkan di penangkaran daripada mencoba menjinakkan bunglon yang ditangkap di alam liar karena bunglon tidak mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Selain itu, bunglon yang ditangkap di alam liar juga bisa memiliki masalah kesehatan lainnya seperti parasit.

Semoga bermanfaat. (sumber: Kompas.com)


Post Terkait

Comments