Kado Istimewa HUT Ke-68 PDHI

 Setelah 67 tahun mengontrak, akhirnya PB PDHI berkantor permanen di Grha Dokter Hewan di Jalan Joe, Kebagusan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/12021).

***

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia berusia 68 tahun hari Sabtu (9/1/2021). Ulang tahun kali ini ditandai dengan peresmian Grha Dokter Hewan, yang menjadi kantor pusat Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.

Ketua Umum PB PDHI Drh M Munawaroh (tengah) menggunting pita peresmian Grha Dokter Hewan di Jalan Joe, Kebagusan,Jakarta Selatan, Sabtu (9/1/2021).

Peresmian Grha Dokter Hewan dilakukan secara luring dan daring untuk mengikuti protokol Covid-19. Grha Dokter Hewan adalah gedung permanen pertama yang menjadi Kantor Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) setelah 67 tahun PB PDHI mengontrak kantor. Grha Dokter Hewan beralamat di Jalan Joe Nomor 9, Kavling 8A,  RT 7/RW 4, Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520.

Sejumlah acara dilakukan dalam peresmian gedung, selain sambutan-sambutan. Dalam kesempatan itu diluncurkan program “satu dokter hewan satu buku” dengan peluncuran lima buku, seperti “Menjadi Dokter Hewan Profesional” karya Istiani Surono. Buku ini terinpsirasi dari perjalanan karie Drh Cucu Kartini sebagai dokter hewan senior dengan segudang pengalaman.

“Alhamdulillah di usia yang telah mencapai 68 Tahun sejak didirikannya di Kongres Pertama di Lembang Tanggal 9 Januari 1953, PDHI pada hari ini PDHI mendapatkan kado istimewa dari Pengurus Besar PDHI periode 2018 sd 2022 yaitu sebuah bangunan permanen sebagai kantor pusat PDHI dengan diberi nama Grha Dokter Hewan,” ujar Ketua Umum PB PDHI drh. M. Munawaroh, MM.

 Pada kesempatan tersebut, PBPDHI menghaturkan apresiasi yang sangat tinggi kepada para anggota PDHI dan anggota PIDHI dan Klinik Hewan di seluruh Indonesia dan Perusahaan yang telah bergotong royong memberikan iuran dan telah terkumpul pada tanggal 1 Oktober 2020 sebesar Rp 1 Milyar sehingga dapat digunakan untuk membayar DP/ Uang Muka sebuah Ruko sebagai kantor pusat PDHI.

Penyerahan simbolis Buku menjadi Dokter Hewan Profesional (karya Istiani Surono)  oleh Drh Cucu Kartini S kepada Ketua Umum PB PDHI

  Munawaroh menjelaskan, harga ruko dengan luas tanah 191 m2 dan luas bangunan 171 m2 dengan 2 lantai adalah sebesar Rp 4 Milyar saat belum ada Pandemi Covid 19.

 “Ada hikmah yang luar biasa bagi PDHI karena setelah adanya pandemic Harga Ruko turun hingga Rp 2.6 Milyar. Atas negosiasi kami akhirnya Ruko dapat terbeli dengan kesepakatan Harga Rp 2 Milyar dengan pembayaran Uang Muka Rp 1.5 Milyar, kemudian sisa Rp 500 juta dibayar secara angsuran selama 5 Bulan, dengan pembayaran Rp 100 juta perbulan,” jelasnya.

 Mewujudkan Grha Dokter Hewan ini merupakan program yang telah dicanangkan saat Mukernas 1 PDHI Januari 2019. Setiap dokter hewan mempunyai kewajiban membayar iuran minimal sebesar Rp 100.000 per tahun selama 4 tahun mulai tahun 2019 sd 2022, sehingga bila jumlah anggota yang tercatat saat ini kurang lebih 10.000 anggota, maka diatas kertas akan terkumpul dana Rp 4 milyar.

 Namun Hingga Bulan januari 2020, dari 10.000 anggota yang membayar iuran baru kurang lebih 2500 orang. Ketua Umum PBPDHI menghimbau kepada para dokter hewan yang belum memberikan kontribusi mohon segera memberikan transfer ke rekening Rumah PDHI.

 UU Veteriner

 Bangunan Grha Dokter Hewan memiliki filosofi yang bermakna sebagai bukti persatuan dan kekompakan Dokter Hewan Se Indonesia. Karena dengan kekompakan dokter hewan Indonesia dapat mewujudkan cita cita para pendahulu untuk mewujudkan sebuah bangunan yang dapat diwariskan kepada para penerus dokter hewan di Indonesia.

 Menurut Munawaroh, bangunan Grha Dokter Hewan akan difungsikan sebagai tempat operasional Sekretariat PBPDHI, Kantor PP PIDHI, Kantor PT VIS, Kantor Yayasan Veteriner Family dan LSP Keswan, dan sebagai ruang pertemuan untuk membahas dan berdiskusi seputar usaha pengembangan Profesi Kedokteran Hewan.

 PDHI sebagai Rumah Para Dokter Hewan Indonesia masih memiliki Pekerjaan Rumah yang masih sangat banyak untuk mewujudkan payung hukum dan regulasi dalam melakukan pelayanan kesehatan hewan.

 “Saya yakin dengan bersama menyatukan langkah dan selalu bergandengan tangan secara perlahan tapi pasti, insya Allah akan bisa diwujudkan, antara lain PDHI belum memiliki  Payung Hukum berupa UU Veteriner, UU Kesrawan, UU PKH. Kami mengajak seluruh insan dokter hewan jangan putus asa mari kita perjuangkan bersama,” pungkas Ketua Umum PB PDHI dalam sambutannya. (aks)


Post Terkait

Comments