Jika Kucing Anda Buang Air Kecil Berdarah

Seperti juga manusia, anjing dan kucing juga mengalami gangguan saluran kemih/kencing pada satu titik dalam kehidupan mereka. Radang dan batu kantung kemih (cystititis & bladder stones)  adalah dua penyakit saluran kemih yang paling sering  dengan berbagai macam gejala yang kadang salah dipahami oleh  pemilik.

Drh. Neno WS dalam laman kucingkita.com menuliskan, ada berbagai macam gangguan saluran kencing pada kucing, lebih dikenal dengan istilah FUS (feline urinary syndrome) atau FLUTD (feline lower urinary tract disease).

Gangguan kemih pada kucing bisa disebabkan banyak hal, secara umum dibagi menjadi dua: disebabkan batu saluran kencing dan penyebab lain selain batu, seperti radang, stres, tumor.

Batu saluran kencing pada manusia lebih sering terdapat di ginjal (batu ginjal), sedangkan pada kucing lebih sering terdapat di kantung kemih.

Urin berperan penting dalam hidup manusia begitu juga pada anjing & kucing.
Fungsi  utama urin  adalah untuk membuang  produk sisa dan bahan beracun  yang terdapat dalam darah. Urea (asal istilah “urin”) dan zat lain seperti asam urat, kreatinin, natrium dan oksalat diambil dari darah dan dibuang melalui urin.

Urin juga menjaga keseimbangan tubuh dengan mengatur jumlah air dan mineral yang dibuang.

Urin dihasilkan oleh ginjal. Di ginjal, darah disaring oleh nefron, hasil saringannya adalah urin. Sebelum dibuang  melalui saluran yang sebut uretra, urin ditampung dulu di kantung kemih. Urin baru dibuang ketika hewan buang air kecil (kencing)

Gejala/tanda gangguan saluran kemih bermacam-macam dan kadang tidak terlihat jelas. Tidak peduli seberapa parah penyakitnya, hewan selalu memperlihatkan rasa sakit atau tidak nyaman.

Urin kucing konsentrasinya sangat tinggi (pekat) sehingga bila ada gangguan/penyakit,, dapat segera mengiritasi saluran kemih.
Oleh karena itu bila menemukan gejala penyakit saluran kemih, anda harus segera bertindak agar dokter hewan dapat memberikan terapi yang segera mengurangi ketidak nyamanan hewan kesayangan anda.

Penyakit kucing ini dapat berakibat fatal, karena menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit bagi kucing, apalagi  bila kucing tidak bisa kencing sama sekali. Bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian.

Waspadai tanda-tanda berikut sebelum terlambat:

  • Buang air kecil lebih sering tapi jumlahnya sedikit, atau sama sekali tidak ada urin yang keluar
  • Sering menjilati daerah kemaluan
  • Membungkuk lebih lama dalam posisi buang air kecil
  • Tegang atau menunjukkan rasa sakit (seperti mengeong) selama buang air kecil
  • Urin berwarna kemerahan menunjukkan adanya darah
  • Kadang kadang menemukan urin di luar kotak pasir (litter box)
  • Nafsu makan hilang
  • Perubahan perilaku

Segera hubungi dokter hewan bila anda menemukan tanda-tanda di atas. (A. Kholis)


Post Terkait

Comments