Jika Ingin Pelihara, Pahami Kebutuhan Lingkungan Reptil

Salah satu perbedaan utama antara reptil sebagai hewan peliharaan dan hewan peliharaan normal seperti kucing dan anjing adalah sebagian besar reptil memiliki persyaratan lingkungan yang tidak dapat dipenuhi dengan hidup bebas di lingkungan rumah tangga yang normal.

Sehingga sebagian besar reptil biasanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam lingkungan yang terkontrol biasanya semacam vivarium.

Ada banyak hal yang bisa dipahami untuk pendekatan ini mengenai reptil. Banyak masalah yang terjadi pada reptil adalah karena masalah dengan lingkungan dan gizi hewan ini. Jika lingkungan atau gizi yang salah, maka masalah apa pun yang dihadapi cenderung terus berulang.

Dalam memelihara reptil di vivarium, penting mencari tahu tentang sejarah alam reptil yang dipelihara di mana ia biasa hidup (di alam), habitatnya, makanan, kebiasaanya dan lain lain karena fakta fakta (yang diperoleh) ini akan memberitahu kita tentang lingkungan (faktor faktor) yang harus disiapkan untuk membuatnya nyaman di vivarium.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memelihara reptil. Dua diantaranya, DokterHewan.co.id rangkum dari berbagai seumber.

Pertama, temperatur. Temperatur adalah faktor yang paling utama. Reptil adalah poikilotherms, atau dikenal sebagai hewan berdarah dingin. Ini berarti bahwa mereka tidak bisa mengatur suhu tubuh mereka secara fisiologis, namun mereka dapat mengaturnya dengan sangat baik dengan perilaku sehingga memiliki rentang suhu yang cukup dalam habitat mereka.

Ini berarti bahwa sebagian memerlukan sumber panas (berjemur) dan perlu tempat dingin di daerah lain. Sumber panas harus diatur oleh termostat dan diperiksa dengan termometer.

Persyaratan suhu bervariasi tetapi biasanya sekitar 23º – 30º C sesuai dengan tempat berjemur sekitar 33º C, tetapi untuk ini cek pada lis untuk perawatan setiap individunya. Reptil gurun seperti kadal berkerah (collared lizards) tentu saja membutuhkan suhu yang lebih tinggi.

Masalah yang umum yang sering terjadi pada ular. Banyak orang memahmi bahwa ular mereka berhenti makan di musim dingin meskipun tidak diubah pengaturan thermostat. Ini mungkin merupakan respon alami untuk mengurangi penyinaran. Tetapi kadang-kadang masalah suhu, ketika pemanas sentral mati di malam hari ruang vivarium bisa begitu dingin bahwa sumber pemanas tidak dapat memberikan panas yang cukup untuk menjaga suhu cukup sesuai di habitat sehingga ular bisa dingin di malam hari.

Orang sering mengatakan bahwa ular "merasa dingin" di pagi hari. Kebiasasan dingin akan mengakibatkan ular ke dalam keadaan "brumation" semacam semi-hibernasi /tidur dan mereka berhenti makan.

Hal ini biasanya tidak terlalu banyak masalah karena banyak ular yang lebih besar memiliki kecenderungan untuk obesitas (kegemukan) pula tapi pengaturan suhu yang jelek membuat banyak spesies yang sensitif rentan terhadap infeksi pernapasan.

Solusinya adalah dengan memeriksa suhu pada waktu malam hari dengan termometer dan jika vivarium dingin (dari standar) pada malam hari, beri panas tambahan.

Kadal berkerah (Collared lizards) berasal dari daerah gurun Amerika memerlukan suhu lingkungan yang tinggi. Perhatikan beban otot tungkai dan lipatan kulit di atas dada karena berat tubuh yang buruk (obesitas) dan dehidrasi.

Kedua, kelembaban. Tingkat kelembaban yang salah dapat menyebabkan masalah terutama pernapasan dan kulit. Kelembaban harus mencerminkan lingkungan hewan yang biasanya, spesies hutan hujan seperti Python Greentree membutuhkan lingkungan yang lembab dan udaranya membutuhkan pengabutan yang teratur. Spesies gurun tentu saja membutuhkan suasana kering. (A.Kholis/berbagai sumber)


Post Terkait

Comments