Jangan Sepelekan Manajemen Pengobatan Scabies

Salah satu penyakit yang menyerang hewan adalah scabies atau kudis. Penyakit ini bisa menyerang hewan ruminansia besar seperti sapi, ruminansia kecil seperti kambing, termasuk juga hewan kesayangan seperti anjing, kucing, bahkan musang.

Penyakit yang menyerang kulit ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yang  yang menyebabkan dermatitis gatal yang parah.

Memang, semua tungau dapat menyebabkan infeksi kulit ringan sampai parah, jika  berkembang biak. Scabies  pada anjing, menyerang area kulit sehingga menyebabkan berbagai jenis masalah kulit. Jenis masalah yang paling umum terkait dengan parasit ini adalah bulu rontok, alergi, dan gatal.

Kutu tangau yang sangat halus atau seperti kutu air yang sedang berkelompok di beberapa tempat, kebanyakan jenis kutu ini hinggap di sembarang tempat di bagian tubuh  hewan. 

Dan apabila tidak segera ditangani, penyakit ini menjadi penyakit yang berkepanjangan. Bahkan mematikan pada anjing tersebut, karena serangan kutu ini sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat.

Jenis kutu ini hampir tidak dapat dilihat dengan mata. Kutu-kutu ini dapat terlihat oleh pandangan mata pada saat kutu-kutu itu berkelompok di beberapa tempat. Penyakit scabies ini bisa juga disebabkan oleh bekas gigitan kutu kutu caplak yang pada umum hinggap pada anjing.

Nah, bekas ludah kutu tersebut menjadikan scabies yang berkepanjangan, walau kutu tersebut sudah tidak ada lagi. Bekas ludah kutu membuat hewan kegatalan yang luar biasa. Sehingga  dengan sengit menggigiti permukaan kulit dan mencabuti bulunya, untuk menghilangkan rasa gatalnya. Akibatnya, bulu serta permukaan kulit menjadi luka, karena bekas gigitan tersebut. 

Menurut peneliti di Balai Besar Veteriner April H Wardhana, kasus  scabies banyak ditemui di lapangan, baik di ternak ruminasia besar, ruminansia kecil dan hewan kesayangan. “Kemarin saya ke lapangan juga masih banyak menemukan kasus ini,” katanya saat berbincang dengan VETNEWS.CO, belum lama ini.

Menurut Ketua Kelompok Peneliti Parasitologi ini, ada beberapa kendala yang menyebabkan penyakit ini susah diberantas. “Kendalanya adalah belum banyak yang paham bagaimana manajemen pengobatan dan pengendalian jika ternak kita terserang scabies. Akibatnya akan terjadi re-infestasi lagi,” jelasnya. (Abdul Kholis)

Sumber: Vetnews.co


Post Terkait

Comments