Jangan Keliru, Ini Perbedaan Kucing Jantan dan Betina

 Menentukan jenis kelamin pada kucing jantan dan betina mungkin akan sedikit sulit untuk dilakukan seseorang yang awam jika hanya melihat bentuk tubuhnya.

Perbedaan kucing betina dan jantan sudah pasti ada di alat kelaminnya. Cara pasti untuk membedakan kucing jantan dan betina adalah dengan memeriksa alat kelamin di bagian bawah ekornya.

Dirangkum dari beberapa sumber, Jumat (20/11/2020), kucing jantan memiliki anus, skrotum atau biji testis dan penis. Sementara, kucing betina hanya memiliki anus dan saluran urin.

Pada seluruh kucing jantan, skrotumnya tertutup bulu dan terdiri dari dua testis, masing-masing ukurannya berbeda-beda dari sebesar biji ceri hingga buah ceri.

Selain alat kelamin yang berbeda, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara kucing jantan dan betina yang sebagian besar berpusat pada hormon mereka.

Misalnya, kucing jantan memiliki keinginan sangat kuat untuk bereproduksi, sehingga mereka bisa menjadi begitu liar dan bertindak agresif untuk menyelesaikan hasrat mereka ketika ada betina yang berahi (ingin dikawinkan) di sekitarnya.

Beberapa kecenderungan perilaku jantan yang tidak disteril atau kebiri. 

  1. Berkeliaran
  2. Tidak ingin tinggal di dalam rumah
  3. Spraying (menyemprotkan sedikit air urin sembarangan)
  4. Berkelahi dengan jantan saingan

Setelah kucing jantan disteril, kecenderungannya untuk berkeliaran dan mengembara akan sangat berkurang, begitu pula kebutuhannya untuk berkelahi dan menandai wilayah.

Jantan yang dikebiri mungkin masih terlibat satu sama lain dalam perkelahian penguasaan wilayah, tetapi ini biasanya bukan perkelahian yang sebenarnya.

Kecenderungan perilaku kucing jantan yang disteril

  1. Lebih menyayangi dan menerima kucing lain dari jenis kelamin manapun
  2. Terlibat dalam permainan kasar dengan teman kucing jantannya dan dengan bangsanya
  3. Memeluk kucing jantan dan betina
  4. Mengurangi spraying, mereka bisa tetap spraying saat merasa terancam atau tidak aman
  5. Menjadi sangat terikat dengan teman kucing spesial yang biasanya, tetapi tidak selalu jantan lainnya. Anak kucing laki-laki yang sangat terikat, mereka sering berpelukan dan merawat satu sama lain meskipun mereka berdua sudah dewasa.

Kucing betina

Kebalikan dari jantan, kucing betina mengekspresikan hormon mereka sedikit berbeda. Mereka cenderung menjadi sangat penyayang, mengeong, dan berguling-guling untuk memperlihatkan perut mereka ingin dielus dan dikasihi.

Kucing betina bahkan mungkin menampilkan dirinya ke orang seperti yang dia lakukan kepada jantan yang ingin mengawininya.

Kucing betina yang sedang berahi juga lebih banyak bersuara, untuk menarik perhatian pasangan. Mereka umumnya mentolerir lebih banyak penanganan saat berahi, tetapi juga bisa menjadi frustrasi secara seksual dan agak agresif.

Beberapa kecenderungan perilaku betina yang tidak disteril.

  1. Vokalisasi yang keras.
  2. Keinginan untuk ditangani dan dibelai lebih banyak.
  3. Menandai wilayah mereka dengan tanda wajah dan terkadang spraying.
  4. Mengusir betina saingan dari wilayah mereka.

Setelah betina disteril, dia tidak akan lagi mengalami berahi, sehingga suara mengeong yang keras dan peningkatan hormonal akan berhenti.

Setelah disteril kucing betina mungkin tidak ingin terlalu banyak dipegang, tetapi dia akan tetap menyayangi kucing jantan lain dan orang-orang pilihannya.

Dia bahkan mungkin agak keibuan bagi anak kucing yang masih kecil, terlepas dari apakah dia punya anak sendiri atau tidak. Dorongan keibuan itu tampaknya tetap ada pada sebagian besar betina.

Kecenderungan perilaku kucing betina yang disteril. 

  1. Menjadi berhati-hati dengan orang dan hewan aneh. Mereka memikirkan perannya dalam keluarga kucing sebagai ibu dan pelindung anak.
  2. Tidak menikmati permainan kasar, seperti yang dilakukan kucing jantan. Tapi mereka suka bermain.
  3. Memeluk kucing jantan, terutama jika berkerabat, tetapi sangat jarang melihat dua kucing betina berpelukan.
  4. Tetap sangat teritorial dan tidak mungkin berbagi tempat tertentu dengan kucing lain, terutama dengan betina lainnya.
  5. Lebih mandiri daripada kucing jantan, dan mereka tidak selalu memiliki teman kucing yang istimewa, mereka lebih menyendiri.
  6. Jika mereka memiliki teman kucing, biasanya kucing itu jantan dan bukan betina

Semoga bermanfaat. (aks/sumber: www.kompas.com)


Post Terkait

Comments