Inilah Profil Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan

Kepengurusan Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan (LSP Keswan) periode 2020 sampai dengan 2025 telah terbentuk. Terpilih sebagai Ketua Dewan Pengarah Ex Officio Ketua Umum PB PDHI drh M. Munawaroh, MM. Sebagai direktur drh. Mulyanto dan Wakil Direktur drh Sonny Handoko.

Saat ini jumlah asesor LSP Keswan telah bertambah 9 orang yang lulus sebagai asesor yang memgikuti pelatihan di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Mereka antara lain: Andi Wijanarko, Ibnu Imam Antono, Mokh. Aris Wahyudi, Mulyanto, Wahyu Suhaji, Wikrama Satyadarma, Erry Setyawan, Surya Agus Prohatno, dan Iswandari.

Asesor adalah seseorang yang berhak melakukan asesmen/pengujian terhadap kompetensi seseorang, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya. Asesor akan berwenang dalam menilai dan memutuskan hasil Uji Kompetensi, bahwa peserta uji telah memenuhi bukti yang dipersyaratkan untuk dinyatakan kompeten atau belum kompeten pada unit kompetensi yang dinilai. Seorang Asesor Kompetensi harus memiliki sertifikat sebagai Asesor yang dikeluarkan oleh BNSP.

“Program dari LSP Keswan adalah melakukan assesmen bagi orang yang akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai Juru sembelih halal, diantaranya,” ujar Ketua Umum PB PDHI drh M. Munawaroh, MM.

Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan merupakan lembaga pelaksana sertifikasi P3 (Pihak ketiga)  dalam bidang penyelenggaraan kesehatan hewan. Lembaga ini dibentuk berdasarkan keputusan Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) dan dilembagakan dalam bentuk Yayasan LSP Kesehatan Hewan.

Lisensi terbaru dinyatakan dalam Surat Keputusan BNSP No. 1533/BNSP/XII/2019,  tanggal 23 Desember 2019.

 Visi lembaga ini adalah menjadi LSP yang profesional dan terdepan dalam menjamin terwujudnya sumber daya manusia bidang penyelenggaran kesehatan hewan yang kompeten di Indonesia. 

 Lembaga ini memiliki tiga misi utama, diantaranya:

  • Memberikan pelayanan uji kompetensi yang mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan serta menerapkan prinsip-prinsip sertifikasi.
  • Mendukung program stakeholders terkait dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang kompeten dan profesional dengan mengacu kepada standard kompetensi nasional maupun internasional.
  • Mengembangkan TUK di berbagai daerah d alam rangka meningkatkan pelayanan sertifikasi.

 Menurut Munawaroh, skema  LSP Keswan yang ada saat ini terdiri atas juru sembelih halal, dokter hewan praktisi hewan laboratorium, dan penanggung jawab teknis instalasi karantina hewan.

 Adapun peranan PDHI cabang dapat berkontribusi di LSP Keswan, diantaranya:

  • Membantu mengembangkan relasi di daerahnya masing- masing
  • Memobilisasi dan menggerakkan sumber daya di daerah masing-masing
  • Mencari dan menyediakan asesi yang akan diuji di LSP Kesehatan Hewan
  • Mendukung dengan pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan.
  • Menyediakan asesor kompetensi.

 Ke depan, lembaga ini memiliki rencana pengembangan skema, diantaranya:
Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan; INSEMINATOR, PKB, ATR; Auditor Forensik Veteriner; Paramedis Veteriner; Penjaminan Mutu dan Keamanan Pakan; Asesor Kesejahteraan Hewan; dan lainnya yang dianggap perlu. (Aks)

 

 

 

 

 

 

 


Post Terkait

Comments