Idealnya Klinik Hewan Punya Ruang Isolasi

Untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap hewan, klinik hewan harus memilki standarisasi dalam memberikan pertolongan kepada hewan yang  membutuhkan pertolongan. Salah satunya, memiliki perlatan klinik yang memadai.

Itulah yang diungkapkan ungkap drh. Wismo Aji Nugroho, seperti yang diberitakan Vetnews.co. Menurutnya, dalam menjalankan praktek, dokter harus memperhatikan kelengkapan pada kliniknya. Minimal memiliki alat yang sangat standarisasi, antara lain: stetoskop, USG, X-ray dan alat hemolisis darah.

“Selain itu, tentunya harus memiliki perijinan dan kualifikasi sebagai praktisi yang baik,” ujarnya.

Drh. Wismo juga menyebutkan, untuk menunjang keberadaan sebuah klinik hewan, sudah seharusnya klinik tersebut memiliki fasilitas berupa ruang rawat inap bagi hewan yang mengidap penyakit berat. Bahkan, idealnya klinik juga memiliki ruang isolasi bagi hewan yang mengidap penyakit sangat serius, sehingga tidak menular kepada hewan lainnya.

Ketika di singgung mahalnya biaya pengobatan di sebuah klinik, dokter Wismo menjawab diplomatis. Menurutnya, biaya pengobatan hewan sangat tergantung pada tindakan medis seperti apa yang dilakukan oleh dokter hewan.

“Biasanya setiap daerah memiliki standarisasi tarif yang yang berlaku. Itu juga tergantung pada dokter hewan di masing-masing daerah, yang memiliki ilmu khusus atau pengalaman yang lebih biasanya memiliki tarif yang berbeda,” paparnya.

Di Jakarta, misalnya, dengan jumlah klinik hewan yang begitu banyak, mau tak mau mereka harus bersaing dalam hal tarif. Soalnya, rata-rata dokter hewan di Jakarta sudah cukup ahli dalam bidang tertentu (spesialis mata, spesialis bedah, spesialis akupuntur, ortopedi, kulit, dsb).

Tetapi, untuk di beberapa kota di daerah yang belum banyak dokter spesialis, maka lumrah saja jika biaya pengobatannya lebih mahal. Maklum, modal yang mereka keluarkan juga cukup besar untuk membeli peralatan yang lengkap. (Abdul Kholis)

Sumber: Vetnews.co

 


Post Terkait

Comments