Dungreg, Perangkat Khusus Menjinakkan Hewan

Membuat hewan tetap nyaman dalam segala kondisi menjadi kebutuhan saat ini. Terlebih saat hewan dipindahkan, diobati, atau grooming. Karena itu, dibutuhkan alat penunjang yang membuat hewan tetap nyaman dan aman.

Mengetahui pentingnya alat tersebut, Paramedik di Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Godung Muda Siregar tertarik menciptakan alat untuk mempermudah para dokter hewan sekaligus tidak menyakiti hewan sesuai prinsip animal walfare (kesejahteraan hewan). Maka, dibuatlah perangkat handle yang dinamakan Dungreg.

“Alat ini untuk meng-handel, menguasai, menjinakkan, membatasi gerak, mengunci gerak, mengurangi tenaga gerak terhadap hewan dengan aman, tanpa melukai menyakiti, menyiksa dan  tidak mengabaikan kesejahteraan hewan tanpa mempergunakan tali,“ kata Godung.

Alat ini  menyerupai kandang kurungan. Hewan yang bisa menggunakan alat ini adalah singa, harimau, anjing, beruang, kambing, babi, kijang, sapi, dan kerbau. 

Menurut Godung yang sudah bekerja 23 tahun di Balai Karantina, alat bisa digunakan untuk tindakan medik atau grooming. Untuk tindakan medik, bisa digunakan agar  terhindar dari serangan cakaran, gigitan, terkaman terhadap petugas medik dan paramedik pada waktu melakukan tindakan medis

Dengan begitu, tindakan medis menjadi optimal, sebab mengurangi pemborosan alat dan bahan medik serta menghemat waktu dalam pemindahan,  dan penyembelihan hewan potong. Dengan demikian, akan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil peyembelihan hewan potong.

“Alat ini juga berfungsi sebagai kandang saat melakukan tindakan pengangkutan  atau pemindahan hewan,” jelasnya.

Sedangkan bagi hewan, alat ini sangat aman dan nyaman. Sebab hewan tidak direbahkan, dibanting, ditindih, diikat badan, kaki, leher dan mulut, dipaksa, atau dibius.

Posisi  hewan tetap berdiri normal, sebab leher dan kepala kedepan seperti kebiasaan dan anatomi hewan itu sendiri. Bahkan hewan  bisa  makan dan minum dalam alat tersebut. 

“Alat ini bisa menghindarkan hewan dari kecelakaan, tergores, luka, patah, terkena benturan, pada saat tindakan medis dan pengangkutan,” kata Godung.

Cara kerja alat

Cara kerja alat juga terbilang sederhana. Buka terlebih dahulu pintu belakang, kemudian pastikan kunci roda telah berfungsi agar pada waktu memasukkan hewan posisi kandang tidak berubah.

Kemudian masukan hewan kedalam kandang medis ini dengan cara berjalan kaki. Setelah badan hewan masuk keseluruhan, kandang medis segera tutup pintu belakang agar hewan tidak keluar.

Lalu, tali leher atau hidung  hidung tarik kedepan melewati di antara rongga peyangga leher atas dan penyangga leher bawah. Masukkan kepala hewan sampai keluar, leher tepat di bawah penyangga leher atas dan diatas penyangga leher bawah.

Sedangkan untuk keperluan grooming, setelah hewan masuk ke dalam kandang, angkat penyangga leher atas setinggi leher hewan dalam posisi hewan  berdiri  sempurna. 

Putar setang searah jarum jam untuk mengangkat penyangga perut dan dada perhatikan kaki hewan tidak perlu tergantung biarkan berdiri normal. “Silakan tindakan  groming,” jelas Godung.

Sejak dibuat pada  2014, alat ini sudah  digunakan di Balai Karantina Kelas II Pangkalpinang. Godung sedang mendesain generasi baru yang akan digunakan untuk keperluan rumah potong hewan.

“Dengan alat dungreg, pemotongan dapat dilakukan dengan cepat dan aman, serta memperhatikan prinsip kesejahteraaan hewan,” pungkas Godung. (Abdul Kholis) 

Sumber: Vetnews.co


Post Terkait

Comments