Domba Garut Komposit, Hasil Silang Domba Lokal dan Domba Eropa

Salah satu keunggulan kota Garut di Jawa Barat adalah peternakan dombanya. Domba Garut terkenal bertubuh besar, karena itu dikenal sebagai domba adu. Banyak acara adu domba diadakan di Garut dan sekitarnya.

Namun, domba Garut kini punya varian baru, yaitu Domba Garut Komposit hasil persilangan domba lokal Garut dengan domba Moulton Charollais yang berasal dari Perancis dan domba St. Croix dari Amerika Serikat. Jadi, domba khas Garut dikawinkan dengan domba Eropa.

Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Kementerian Pertanian yang melakukan persialangan ini, yang dilakukan tiga penelitinya yaitu Ismeth Inounu, Bess Tiesnamurti dan Eko Handiwirawan .

Menurut Ismeth Inounu, yang juga peneliti domba dari Balitnak, dalam makalahnya memaparkan bahwa domba lokal memiliki beberapa kelebihan, antara lain dapat beranak sepanjang tahun dan bunting kembali dengan baik tiga bulan setelah beranak.

“Dengan demikian, seekor induk dengan seekor ankan per kelahiran, dapat menghasilkan tiga ekor anak dalam dua tahun,” katanya.

Nah, untuk meningkatkan bobot lahir dan produksi susu dibentuk domba komposit.  Yakni, persilangan Domba Garut betina 34 ekor di kawinkan dengan pejantan domba St.Croix. Kemudian Domba Garut Betina dengan domba Moulton Charollais. Setelah menghasilkan Domba Garut Komposit, diperlukan komitmen dan  pengembangannya.

“Pengembangan ternak bisa melalui peternakan rakyat atau swasta,” kata Ismeth.

Domba persilangan ini, bukan lagi menghasilkan domba aduan, tapi untuk membentuk domba potong yang membawa sifat unggul dari para tetuanya. Keunggulannya adalah memiliki laju pertumbuhan bobot badan pra sapih dan pasca sapih yang relatif cepat dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis lembab.

Keunggulan laju pertumbuhan ini akan tampak jika domba dipelihara secara intensif dengan kualitas pakan yang bermutu. Sifat unggul lain yang dibawa dari tetua lokalnya adalah jumlah anak sekelahiran yang relatif tinggi dan dapat beranak sepanjang tahun.

Mampu beradaptasi

Sepintas, domba komposit ini tidak ada bedanya dengan domba pada umumnya. Namun, berdasarkan paparan dari Balitnak, keunggulan dari domba hasil persilangan itu adalah mampu beradaptasi pada lingkungan tropis, dapat beranak sepanjang tahun, dan mempunyai laju pertumbuhan tinggi. 

Domba komposit Garut memiliki warna bulu dominan putih dengan pola warna tubuh campuran dua warna dan warna belang (putih dan coklat muda), serta mampu beradaptasi pada lingkungan tropis dan lembab, mempunyai laju pertumbuhan lebih tinggi dari domba lokal Garut.

Sementara pada umumnya ternak yang berasal dari daerah subtropis akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi terhadap lingkungan panas dan lembab.

Domba komposit Garut memiliki warna bulu dominan putih dengan pola warna tubuh campuran dua warna dan warna belang (putih dan coklat muda), serta mampu beradaptasi pada lingkungan tropis dan lembab, mempunyai laju pertumbuhan lebih tinggi dari domba lokal Garut.

Domba Garut mampu beradaptasi dengan iklim  di Jawa Barat, terutama di kawasan Priangan Timur (Garut, Tasikmalaya, Sumedang, dan Bandung). (Abdul Kholis)


Post Terkait

Comments