Cermati Perilaku Abnormal pada Kucing

Pagi itu Rina sedang duduk di kursi sambil menikmati camilan kesukaannya, sosis goreng. Tiba-tiba si Mello, si kucing kesayangannya muncul menggosok-gosokkan badannya ke kaki Rina, seakan memohon agar gadis kecil itu membelainya. Rina pun langsung menggendong dan membelai Mello penuh sayang.

Setelah beberapa saat Mello diturunkan kembali ke lantai dan  langsung ngeloyor pergi. Tapi, sebelum pergi kucing itu berdiri membelakangi kursi dan menyemprotkan benda seperti cairan yang berasal dari daerah pangkal ekornya.

Rina memperhatikan tingkah laku Mello. Rina segera memeriksa bagian kursi yang baru saja dicipratin Mello, dan segera ia menutup hidung begitu tahu ada bau menyengat khas kecing kucing.

Apa yang dilakukan Mpus sebenarnya merupakan salah satu perilaku kucing yang sering disebut spraying. Bila dilakukan beberapa kali saja, masih dianggap normal. Tetapi bila berulang kali dan terus menerus hingga berlangsung beberapa bulan, ini baru dianggap tidak normal.

Seperti apa yang ditulis drh. Neno WS dalam laman kucingkita.com, spraying sering diartikan sebagai kebiasan kucing untuk memberi tanda daerah kekuasaannya dengan cara menyemprotkan sedikit urin/air kencing. Normalnya pada saat kencing, kucing akan sedikit jongkok. Sedangkan pada saat spraying, kucing tetap dalam keadaan berdiri.

Objek sasaran spraying biasanya berupa benda-benda vertikal seperti dinding, gorden, kursi, sofa, pintu, dll. Bila air kencing menggenang dalam jumlah besar di lantai, kemungkinan besar bukan spraying, tetapi semata-mata "kecelakaan".

Insting Seksual

Spraying berhubungan dengan insting/perilaku seksual. Baik kucing betina maupun jantan biasanya akan mulai menunjukan perilaku ini sekitar umur 7 bulan, pada saat mulai terjadi kematangan organ-organ reproduksi. Spay/neuter (kebiri/steril) yaitu, mengambil testis (kucing jantan) atau rahim serta indung telur (kucing betina),dapat menghilangkan sekitar 80 % perilaku spraying pada kucing.

 Bila ternyata perilaku spraying tidak hilang setelah di kebiri/steril, kemungkinan besar disebabkan oleh faktor lain yang menyebabkan kucing gelisah (anxiety). Hal ini bisa terjadi kucing bila baru pindah rumah, adanya anggota keluarga baru (anak kecil/bayi baru dalam keluarga) atau ada hewan peliharaan baru.

Pada dasarnya segala sesuatu yang baru dapat menyebabkan kucing gelisah. Pada beberapa kucing kegelisahan ini menimbulkan perilaku spraying.

Yang perlu dilakukan bila kucing anda menunjukkan perilaku spraying.
Bila tertangkap basah sedang spraying, segera marahi dengan teriakan/intonasi tinggi atau ciprati dengan air. Kucing benci air, ini akan menghalangi dan mengurangi kebiasaan buruknya tersebut.

Jangan marahi bila tidak tertangkap basah, sebab kucing tidak akan mengerti bila kita memarahi perilaku spraying yang telah ia lakukan sekitar 5 menit atau beberapa jam sebelumnya.

Kucing biasanya akan kembali ke lokasi yang sama untuk kembali menandai daerah tersebut. Jadi, sebisa mungkin hilangkan bau kencing di daerah spraying. Jangan gunakan bahan pembersih yang mengandung amonia (amonia akan memancing kucing kembali ke daerah tersebut). Larutan pemutih/chlorin dapat digunakan untuk menghilangkan bau.

Berbagai produk berupa spray untuk menghalangi/mengurangi kebiasaan spraying kucing juga tersedia di petshop-petshop.

Pemberian obat-obatan tertentu berupa hormon juga dapat menghilangkan atau mengurangi masalah spraying ini. Konsultasikan masalah ini dengan dokter hewan. Terakhir, bila masalah masih berlanjut, tindakan operasi berupa kebiri/steril dapat menghilangkan perilaku spraying pada sekitar  80% kucing. Semoga bermanfaat. (aks)


Post Terkait

Comments