Cara Mengatasi Kura-kura Sedang Flu

Anda penyayang peliharaan kura-kura? Pernahkah melihat kura-kura terserang flu? Jika sedang terserang flu, hewan pemalu ini akan kehilangan nafsu makan layaknya manusia.

Selain itu, dari kedua lubang hidungnya akan muncul gelembung-gelembung udara kecil. Tidak terlalu berbahaya memang. Namun, jika tidak segera ditangani, flu bisa menyebabkan kematian pada kura-kura darat.

Haikal, seorang penghobi kura-kura mengatakan, menyembuhkan kura-kura darat yang terserang flu tidak terlalu sulit. Cukup menjemurnya di panas matahari beberapa menit agar suhu tubuhnya kembali normal. Jika tidak kembali sehat, maka bawalah ke dokter hewan yang bisa menangani kura-kura.

Menurut Haikal, seekor kura-kura darat bisa terserang flu jika suhu ruangannya terlalu rendah. Idealnya, suhu ruangan untuk memelihara kura-kura darat berkisar 40 derajat celsius. Jika suhu udara terlalu rendah, maka kura-kura darat bisa stres dan sakit.

"Kalau ruangan memang dingin, maka bisa dikasih lampu sorot 40 watt. Jika tidak, maka kura-kura bisa stres, diam saja seperti itu," ujar Haikal sambil menunjuk salah satu kura-kuranya yang stres tak bergerak.

Berbeda dengan kura-kura darat, kura-kura air jarang terserang flu. Biasanya kura-kura air terserang penyakit jamur. Pada kulit kaki, tangan, dan leher kura-kura air akan terlihat bintik-bintik putih yang menandakan bahwa ia terkena jamur.

Jika sudah begitu, maka kura-kura air harus diobati dengan obat khusus jamur atau anti-flaviyn yang agak sulit dicari di pasaran. “Harus ke dokter hewan,” ujarnya.

Biasanya anti-flaviyn yang asli hanya dijual di Singapura. Di Indonesia, hanya beberapa toko reptil yang menjualnya. Anti-flavyn berupa serbuk merah yang dicampurkan ke dalam air tempat hidup kura-kura air.

Memelihara kura-kura tidaklah sulit. Hanya dibutuhkan kecintaan terhadap kura-kura itu. Yang penting jaga kebersihan dan pakannya, agar kura-kura tetap sehat. (A. Kholis)

foto: 99.co


Post Terkait

Comments